Motor Listrik BMW Bergaya Cafe Racer Hasil Goresan Desainer India

BMW All Electric Cafe Racer Rendering (gaadiwaadi)
BMW All Electric Cafe Racer Rendering (gaadiwaadi)

Kemudi.id – Manu Mohan, seorang desainer muda asal India memamerkan karyanya berupa cafe racer listrik BMW. Hal ini menjadi lebih menarik lantaran dia bukan lah bagian dari BMW Motorrad.

Tampilannya menggabungkan daya tarik model bersejarah BMW dan gagasan mobilitas masa depan.

Mohan memberikan pandangannya tentang seperti apa rupa cafe racer listrik dari BMW. Ia mengatakan bahwa konsepnya menggabungkan model bersejarah BMW dengan ide mobilitas masa depan.

“Tujuan di balik proyek yang sangat singkat ini adalah untuk menciptakan cafe racer masa depan dengan daya tarik estetika yang menggabungkan ide-ide lama dan baru yang kontras. Tema ini diperluas ke siluet dan bahan yang digunakan,” kata Mohan seperti dikutip ElectricVehicleWeb.in, Rabu (30/12/2020).

Desain motor full elektrik ini, mengusung desain retro-futuristik yang terinspirasi dari cafe racer klasik BMW. Wujudnya dibuat lebih ringkas dibanding R nineT.

Panel bodinya dibuat menyatu, dari tangki hingga hingga penutup baterai dan motor penggerak serta buntut. Mengadopsi kursi tunggal dengan kedudukan setang rendah.

Mohan mendesain lampu utama berbentuk bulat untuk menghadirkan tampilan lawas,. Sementara stoplamp dibuat lebih minimalis, hanya berupa garis horizontal. Di bawah headlamp ada garpu yang dibungkus cover dari material serat karbon.

BMW All Electric Cafe Racer Rendering (motor1)
BMW All Electric Cafe Racer Rendering (motor1)

Sokbreker belakang menggandalkan model monoshock. Untuk penahan laju diberikan cakram ganda di depan dan satu di belakang. Buat rodanya didesain berprofil donat.

Sebagai tambahan informasi, The Bavarian sebelumnya pernah mengungkapkan konsep sepeda motor full electric tahun lalu yang disebut Vision DC Roadster. Ia diharapkan bisa meluncur sebelum 2024.

Saat proses pembuatan desain, bukan teknologi canggih yang digarisbawahi. Justru desainer BMW Motorrad memulainya dengan menggambar mesin boxer. Ini yang jadi bagian terpenting, supaya motor tak kehilangan identitasnya.

Namun pengemasan seperti ini cukup sulit. Karena motor listrik relatif kompak ketimbang jantung pacu konvensional milik BMW, yang rata-rata berkapasitas besar.

Rangkanya memikul baterai yang dipasangkan vertikal. Lalu ada bagian menjorok horizontal khas konfigurasi boxer, diganti dengan dua lubang angin yang sangat besar untuk menjaga suhunya dengan baik.

Mekanisme seperti ini, mirip BMW R32 hasil pengembangan Max Friz di 1923. Saat mulai melaju, kipas pendingin ikut bergerak secara gradual.

Sementara itu, seluruh tenaganya ditransfer langsung ke roda belakang dengan gardan. Khas BMW, tanpa menggunakan rantai.

Komposisi tubuh DC didominasi komponen kualitas tinggi. Dari mulai bingkai alumunium ringan, serat karbon dan beberapa bahan lain. Praktis, selain bobot tereduksi, konstruksinya juga kuat.

Untuk meredam dan meningkatkan pengendalian, BMW menanamkan garpu duolever di depan. Suspensi ini unik, dua besi pipih di depan sangat rigid tanpa adanya per.

Shocknya terpasang vertikal di atas dekat dengan stang. Lalu di belakang, suspensi tunggal benar-benar diletakkan tepat di balik jok.

Beranjak ke bawah, dipasang pelek palang berbalut ban Metzeler yang didesain khusus. Pada sidewallnya, tulisan yang tertera diberi warna merah.

Bukan cuma itu, refleksi bakal terpancar saat terkena cahaya. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan berkendara di malam hari. Jadi pengendara lain bisa mengidentifikasi dengan jelas

Bodinya sendiri dipahat tajam. Sangat tajam. Dari samping saja semuanya nampak menyiku. Tak dibiarkan ada satupun garis melengkung.

Bagian yang semestinya digunakan tangki, diganti dengan tulang rangka yang juga dibuat tegas. Di depan, sangat minimalis. Hanya ada headlight dengan efek mengambang. Berbentuk U-shape dengan barisan LED.

Lantas buritannya berakhir dengan dramatis, atas penggunaan stoplamp futuristik. Motor ini ditawarkan dengan format single seat dan posisi duduk merunduk. Sementara stangnya lurus tak berliku.

Belum ada konfirmasi apakah motor ini dijual atau BMW hanya sekadar pamer kemampuan. Namun saat harinya tiba, ia bakal jadi pilihan menarik di jajaran motor bertenaga listrik. Ramah lingkungan tapi intimidatif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here