213 Pengemudi yang Stress Tewas di Jalan

78
Kemudi.id - Mengemudi dalam kondisi stress berpotensi akibatkan kecelakaan

Kemudi.id – Banyak hal yang bisa menyebabkan kecelakaan di jalan. Salah satu penyumbangnya adalah banyak pikiran dan di bawah tekanan dan berakibat pada tingkat stress berlebih.

Kasus ini diangkat oleh The Journal of American Medical Association lewat penelitian dengan contoh kasus ringan, yaitu saat tenggat waktu pembayaran pajak. Proses tersebut melibatkan Dr. Donald Redelmeier dan juga rekannya Christopher Yanell dari Universitas Toronto.

Statistik menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan fatal pada waktu tenggat hari pajak lebih tinggi 6 persen dari hari biasa. “Tenggat waktu merupakan salah satu cara untuk mempelajari tingkat stress sosial secara luas,” ujar Dr. Redelmeier.

Kemudi.id – Stress saat tenggat waktu berperan mengubah cara berkendara

Sampel kasus kali ini dilakukan selama 3 bulan yang meliputi 30 hari masa tenggat dan 60 hari biasa. Dalam 3 bulan tersebut tercatat 19.541 orang tewas. Dari riset Redelmeier terungkap, dalam 30 hari masa tenggat terjadi 6.783 kematian, atau rata-rata 226 orang kehilangan nyawa dalam sehari akibat kecelakaan. Sementara sebagai perbandingan pada 60 hari normal ada 12.758 yang tewas atau rata-rata 213 korban jiwa sehari.

“Situasi stress dapat mengalihkan tingkat konsentrasi dan kewaspadaan pengemudi yang bisa berujung pada kecelakaan serius. Sementara kontribusi lain datang akibat kurang tidur, dalam kondisi marah besar, mengemudi terlalu lama dan konsumsi alkohol,” papar Redelmeier.

Redelmeier juga menegaskan bahwa hasil penelitian ini diambil dari data di Amerika Serikat (AS). Hasil ini bisa dijadikan tolok ukur mengingat data statistik yang dimiliki keselamatan jalan raya AS tergolong akurat. Kesimpulannya mengemudi dalam kondisi stress sangat berisiko terjadi kecelakaan dan merupakan bahaya bersifat universal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here