Berteduh Saat Hujan di Kolong Jembatan Bayar Rp 250.000

68
Pemotor berteduh di kolong jembatan saat hujan [kompas.com]

Kemudi.id – Saat hujan, biasanya pengendara motor berteduh di kolong jembatan. Parahnya, pemotor yang berteduh jumlahnya banyak.

Kepala Sub Direktorat Penegak Hukum Direktorat Lalu Direktorat Lalu Lintas PoldaMetro Jaya AKBP Budiyanto menuturkan bahwa berhenti dikolong jembatan saat hujan salah satu pelanggaran.

“Setiap pengguna jalan harus tertib dan mencegah hal-hal yang dapat merintangi dan mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” ujar Budiyanto seperti ditulis liputan6.com, Senin (12/2/2018).

Walaupun melanggar,  lanjut Budiyanto, anggota Polri melekatkan kewenangan diskresi kepolisian. Artinya polisi bisa saja beritindak atau tidak karena ada penilaian sendiri. Termasuk dalam hal memberikan penilangan.

“Karena penegak hukum bisa yang bersifat represif yusticial (tilang), atau bersifat non yusticial teguran lisan atau tulisan,” kata Budiyanto.

Atas dasar tersebut jika polisi menghimbau untuk memacu kendaraan saat dikolong jembatan karena hujan, maka hal itu semata-mata agar kondisi jalan tidak macet.

Jika tidak digubris maka polisi bisa saja menerapkan pasal 282 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Setiap pengguna jalan yang tidak mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Maka dari itu, ada baiknya pengendara sepeda motor melengkapi diri dengan membawa jaket pelindung hujan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here