Mau Lulus Uji Emisi? Ini Dia Caranya

Pemeriksaan emisi kendaraan (dinas lingkungan hidup DKI)
Pemeriksaan emisi kendaraan (dinas lingkungan hidup DKI)

Kemudi.id – Pelaksanaan aturan uji emisi gas buang dari sepeda motor dan mobil di Jakarta sudah semakin dekat.

Kendaraan bermotor terutama yang berusia 3 tahun lebih, wajib melakukan uji emisi sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2020. Bila tidak, maka akan dikenakan sanksi yang direncanakan bakal efektif mulai 24 Januari 2021.

Lantas bagaimana tips supaya mobil dan motor Sobat Kemudi bisa lulus uji emisi?

Imam Choiri, pemilik Bengkel AP Speed menuturkan beberapa hal yang bisa menjadi cara supaya emisi gas buang lebih baik.

“Kalau mobil perawatannya bagus dan sering service berkala rasanya tidak khawatir. Biasanya usai servis mobil selalu dites emisinya, sudah sesuai bagus atau belum,” kata pria yang kerap disapa Apre.

Hal lain yang juga bisa mempengaruhi output uji emisi adalah jenis bahan bakar yang digunakan. Semakin baik bensin yang dipakai maka akan baik pula emisi yang dikeluarkan.

Pengujian emisi (carparts)
Pengujian emisi (carparts)

Sebagai acuan, terkait soal aturan ambang batas emisi gas buang kendaraan, parameternya mengacu pada Pergub DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2008 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, dengan rincian sebagai berikut ;

  1. Mobil bensin tahun produksi di bawah 2007, wajib memiliki kadar CO2 di bawah 3,0 persen dengan HC di bawah 700 ppm.
  2. Mobil bensin tahun produksi di atas 2007, wajib memiliki kadar CO2 di bawah 1,5 persen dengan HC di bawah 200 ppm.
  3. Mobil diesel tahun produksi di bawah 2010 dan bobot kendaraan di bawah 3,5 ton, wajib memiliki kadar opasitas (timbal) 50 persen.
  4. Mobil diesel tahun produksi di atas 2010 dan bobot kendaraan di bawah 3,5 ton, wajib memiliki kadar opasitas 40 persen.
  5. Mobil diesel tahun produksi di bawah 2010 dan bobot kendaraan di atas 3,5 ton, wajib memiliki kadar opasitas 60 persen.
  6. Mobil diesel tahun produksi di atas 2010 dan bobot kendaraan di atas 3,5 ton, wajib memiliki kadar opasitas 50 persen.
  7. Motor 2 tak produksi di bawah tahun 2010, CO di bawah 4,5 persen dan HC 12.000 ppm.
  8. Motor 4 tak, produksi di bawah tahun 2010, CO maksimal 5,5 persen dan HC 2400 ppm
  9. Motor di atas 2010, 2 tak maupun 4 tak, CO maksimal 4,5 persen dan HC 2.000 ppm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here