Kemudi.id – Setiawan Santoso menjadi salah satu pembalap yang turut berlaga di ajang GT World Challenge Asia (GTWCA). Dirinya juga turut berlaga saat di sirkuit Mandalika, Kuta, Lombok, NTB (9-11/5/2025).
Setiawan merupakan pembalap regular di ajang balap yang menggunakan mobil-mobil spesifikasi GT3 tersebut. Sayangnya, pria asal Surabaya, Jatim ini sempat mengalami kenyataan pahit ketika balap putaran 3 (Sabtu, 10/5/2025).
Ketika itu, balap baru saja dilepas dari starting grid. Setiawan yang menggunakan Mercedes-AMG GT3 EVO II tersebut sempat berjuang hingga mencapai tikungan 8 sebelum pengalaman pahit diterima.
Memasuki tikungan 9, ban belakang bagian kiri terasa bergoyang hebat. Saat belok kanan, bagian belakang mobil selalu ngepot.
Ternyata, besi pegangan arm belakang mobil patah dan lepas. Padahal bracketnya tersebut terbilang kokoh.
“Saya sendiri enggak paham kenapa bisa seperti itu. Padahal mobil benar-benar tidak ada masalah. Semua aman-aman saja,” jelas Setiawan yang juga pernah mencicipi balap sprint reli tersebut.

Hal tersebut mungkin akumulasi dari kerusakan yang ada akibat sempat keluar trek.
“Enggak ada sama sekali. Semua clear. Itu juga yang bikin saya bingung banget,” tambahnya.
Kejadian ini masih awal-awal lap, bahkan belum menyelesaikan 1 putaran sekalipun. Membuat Setiawan yang gabung di tim EBM tersebut harus mengubur keinginannya untuk balap.
Kesal, sedih, marah?
“Enggaklah. Biasa saja itu. Namanya juga balap, ada saja hal tidak terduganya,” ucap pembalap ramah ini.
Padahal selama sesi latihan bebas, latihan resmi, pra-kualifikasi bahkan sampai kualifikasi sekalipun mobil benar-benar dalam keadaan sehat.
Kemudian, demi untuk balap di putaran 4 (Minggu, 11/5/2025), akhirnya diputuskan untuk mengganti kaki-kaki belakang Mercedes-AMG GT3 EVO II secara keseluruhan.

Hal ini ditempuh supaya dirinya beserta Andrew Bentley yang jadi rekan satu tim bisa balap tanpa gangguan mekanikal.
Upaya ini sangat berhasil. Karena di putaran 4 tersebut pembalap yang menggunakan racing suit berwarna biru tersebut bisa melaju dengan sangat baik.
Bahkan mampu mengulang kesuksesan saat balap GTWCA di Sepang, Malaysia dengan naik podium. Enggak tanggung, Setiawan bertengger di posisi 1 untuk kelas Amateur.
