Penulis : EBF
Kemudi.id – Suzuki Fronx resmi dirilis Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada (28/5/2024) lalu lengkap dengan varian warna dan harga di berbagai tipe.
Mobil ini memang diperkenalkan SIS sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya kaum milenial dan genz yang memiliki mobilitas tinggi.
Kemudi.id merangkum 5 alasan kenapa Suzuki Fronx jadi mobil yang cocok untuk kaum muda di Indonesia.
1. Mesin ISG
Mesin berkode K15C dengan 6 percepatan untuk tipe matic dan lima percepatan untuk tipe manual memang disesuaikan dengan kebutuhan.
Teknologi yang sudah diusung adalah hybrid dengan Integrated Starter Generator (ISG) yang membuat mesin menjadi lebih halus juga hemat bahan bakar.
Belum ada klaim dari SIS mengenai konsumsi bahan bakar, tetapi diprediksi bisa mencapai 1 liter BBM untuk 13-15 km di perkotaan.

“Karena kaum Gen Z dan Milenial ini kebutuhan mobilitasnya tinggi, mereka bekerja berpindah tempat, juga keinginan untuk road trip, sehingga kebutuhan mobil seperti Suzuki Fronx yang memiliki kapasitas bagasi cukup besar bisa memenuhi kebutuhan mereka,” tutur Donny Ismi Himawan Saputra, Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS.
2. Head unit
Salah satu perangkat kekinian adalah head unit 9 inci yang terpasang pada Suzuki Fronx tipe SGX bisa terhubung dengan teknologi Android Auto dan Apple Car Play.
Kebutuhan informasi dan hiburan ini memang menjadi salah satu pertimbangan dalam kaum milenial dan Gen Z dalam memilih kendaraan karena mereka cenderung menghabiskan waktu di perjalanan.
Pun dengan teknologi wireless charger yang bisa mengisi ulang baterai smartphone sepanjang perjalanan. Jadi anti lowbatt-lowbatt club.
3. Pilihan keluarga kecil
Kaum milenial banyak yang sudah memiliki keluarga kecil dengan satu atau dua anak yang usianya masih kecil.
Tentu saja kebutuhan kendaraan juga jadi pertimbangan di suatu saat agar semua anggota keluarga merasa nyaman di perjalanan, meskipun cuaca hujan atau panas terik.

Luas baris kedua mencapai 850 mm, sehingga bagian lutut penumpang di belakang tidak akan merasa sempit karena terbatas pada kursi penumpang depan dan sopir.
Pun dengan perangkat ISOFIX yang bisa menambah rasa aman saat memasang baby car seat.
4. Desain kekinian
Sebagai mobil dengan harga yang mulai dari Rp 250 jutaan, desain juga terlihat tidak kalah dengan mobil-mobil mahal lainnya. Mulai dari lampu yang full LED dan lekukan bodi yang dinamis.
Ditambah ukuran velg ring 16 inci membuat mobil terlihat lebih tinggi dan gagah, juga tidak takut jika melibas speed trap atau ‘polisi tidur’ yang ada di jalan raya.

Pada varian tertinggi Suzuki Fronx tipe SGX, interior memadukan warna merah burgundy, hitam, dan silver sehingga terasa mewah pada bagian dalam.
5. Harga variatif
Dari segi harga pun cukup bersaing di kelasnya karena dimulai dari Rp 259 juta pada tipe Suzuki GL MT, sedangkan tipe GL AT di Rp 271 juta.
“Pada tipe GL pun semua perangkat keamanannya sama, seperti ESP, ABS, pedestrian protection, perbedaannya hanya di beberapa fitur pendukung saja,” Donny menambahkan.
Di varian GL ini, tombol-tombol menu pada setir masih sama seperti tipe GX, perbedaan paling terlihat hanya di head unit yang lebih kecil daripada di tipe GX dan SGX, tetapi masih tetap touch screen atau layar sentuh.

Di tipe GX yang menjadi varian tengah, juga terbagi dua varian, matic di Rp 293 juta dan manual di Rp 276 juta. Varian ini bisa menjadi pilihan utama karena harganya berada di bawah Rp 300 juta.
Hampir semua fitur yang ada di tipe tertinggi, SGX ada di tipe GX. Satu perbedaan yang terlihat hanya tidak ada paddle shift saja.
Ini karena varian SGX sebagai yang tertinggi hanya ada tipe matic seharga RP 319 juta, sehingga memungkinkan jika menggunakan fitur paddle shift.
