Kemudi.id – Suzuki Fronx menjadi jagoan baru di jajaran mobil PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Bukan saja di segmen SUV-nya tapi juga secara keseluruhan produk 4W-nya.
Untuk menunjukkan taji dan taring dari Suzuki Fronx, langsung digelar Media Test Drive. Redaksi Kemudi.id mendapat giliran dan arah perjalanan ke Ciwidey dan juga Jatinangor, Jawa Barat (24-25/6/2025).
Di artikel ini, redaksi tidak akan membahas mengenai konsumsi bahan bakar. Karena sudah teruji keiritiannya, baik mesin K15C hybrid dan K15B non hybrid.
Tapi lebih mengenai feel berkendara selama media test drive tersebut. Redaksi menggunakan Suzuki Fronx GX, yang menjadi kelas tengah.
Duduk di kursi pengemudi, terbilang nyaman. Semua pengaturan, baik jok dan lingkar kemudi masih mengandalkan manual.
Enggak masalah, karena masih bisa mendapatkan posisi yang pas untuk berkendara. Jangkauan tangan ke berbagai tombol juga enggak terganggu. Demikian juga dengan pengaturan untuk ke layar entertainment.
Masih dari posisi duduk di bangku pengendara. Pandangan ke instrument cluster tidak terganggu oleh kemudi. Semua terbaca dengan baik.
Posisi pedal-pedal juga baik. Kaki bisa lurus ke pedal sehingga tidak cepat lelah dan memberi kenyamanan.
Sementara itu, untuk pergerakkan kemudinya juga sangat baik. Redaksi benar-benar menyukainya. Tidak terlalu berat namun juga tidak bisa dikatakan ringan.
Berada di ‘tengah-tengah’ kondisi tersebut membuat berkendara jadi nyaman dan bisa santai. Saat parkir juga jadi tidak menyusahkan. Sangat mudah dan cepat mendapatkan posisi yang diinginkan, baik mundur terlebih maju.
Namun, beberapa saat berjalan dan bertemu kemacetan, tiba-tiba kabin terasa mulai panas. Ternyata AC-nya mati, jadi hanya kipas saja yang hidup. Ini karena adanya fitur start/stop.
Ketika terdeteksi kalau berhenti dan tidak ada akselerasi, maka mesin akan dimatikan secara sistem. Sehingga itu yang membuat AC seperti tidak berfungsi.
Performa mesinnya juga cukup baik untuk di kelasnya. Meski memang harus diakui kalau Suzuki Fronx ini tenaga bawahnya agak kosong. Sehingga harus sedikit diinjak lebih dalam pedal gasnya.

Meski demikian, untuk urusan menanjak bahkan menyusul kendaraan saat jalanan naik tidak ada masalah sedikitpun. Kickdown, ada jeda sedikit, tenaga yang dibutuhkan akan langsung didapat.
Sementara itu, untuk bantingan suspensinya, bisa dibilang agak keras. Meski sudah diisi oleh 4 penumpang sekalipun.
Saat bertemu jalan agak rusak, akan terdengar bunyi ‘jedug’ dari bagian kolong. Bukan bottoming, tapi justru seperti sokbreker yang ‘main’nya hanya sedikit saja.
“Mungkin memang seting dari pabriknya demikian. Tapi, untuk kecepatan tinggi dia (Fronx) tidak limbungkan? Justru akan semakin tidak goyang,”
“Tapi terima kasih atas masukkannya. Nanti kita bilang ke internal,” ucap Harold Donnel, 4W Marketing Director PT SIS yang juga ikut dalam acara MTD tersebut.
‘Keluhan’ mengenai suspensi ini tidak hanya dari Kemudi.id saja, tapi beberapa media lain juga menyebut hal yang sama.
Masih dari kabin. Ketika redaksi duduk di bangku belakang, terdengar jelas ada suara-suara yang mengganggu dari bagian belakang. Seperti ada komponen yang ‘duduk’ tidak rapat. Terutama ketika berada di jalan ‘keriting’.
Awalnya kami pikir tonue atau penutup bagasi yang kendor, karena bahannya yang ringan. Namun setelah kami coba tekan, suara tersebut masih terdengar jelas.
Ternyata suara tersebut datang dari pintu bagasi, padahal sudah rapat. Bukan karena pengaitnya, namun mungkin karet penahan pintu bagasi yang terlalu dalam.
Sehingga ketika pintu tertutup rapat, masih ada jeda dengan karet. Karena ketika kami coba dorong sedikit, suara tersebut menghilang dan kabin menjadi senyap.
Nikmaaattt. Lanjut tidurrr.
O iya, meski punya desain coupe SUV yang bagian atas belakang agak menurun, tapi tidak mengorbankan ruang kepala atau head room.
Bisa demikian karena ternyata posisi duduk yang juga dibikin agak rendah namun tetap nyaman.
