Kemudi.id – Suzuki Fronx hadir dalam 3 varian. Tertinggi ada SGX kemudian di level tengah ada GX dan paling bawah atau entry level ada GL. Semuanya dilengkapi dengan pilihan transmisi otomatis. Ini mengakomodir para konsumen di kota besar yang sudah lelah kalau pakai transmisi manual.
Varian SGX yang berharga Rp 321.900.000 (two tone) dan GX seharga Rp 293.900.000 menggunakan transmisi otomatis 6 percepatan. Sedangkan untuk varian GL yang harganya dipatok Rp271.000.000 menggunakan transmisi otomatis 4 percepatan.
Transmisi otomatis yang dipakai masih yang biasa saja. Padahal produk Suzuki pernah ada yang pakai transmisi otomatis AGS. Selain itu, saat ini juga mulai banyak produk yang lahir pakai transmisi CVT dan juga DCT.
Gearbox otomatis CVT menawarkan kehalusan saat perpindahan gigi. Sehingga memberi rasa kenyamanan. Sedangkan DCT lebih pada kecepatan ketika perpindahan gigi.
Lalu kenapa Suzuki masih tetap mempertahankan transmisi otomatis biasa, bukan AGS atau CVT.
Harold Donnel, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyebut kalau itu sebenarnya berdasar hasil survey ke konsumen dikombinasi dengan data-data yang ada di internal.
“CVT memang menawarkan perpindahan yang halus. Tapi transmisi otomatis yang kita pakai di Suzuki Fronx juga tidak kalah halusnya saat pindah gigi,”

“Selain itu, 6 percepatan yang kita pakai juga sangat pas untuk dipasang pada Fronx. Kita sangat yakin kalau ini tidak menjadi issue bagi konsumen,” ucapnya di sela-sela Suzuki Media Test Drive (24/6/2025).
Isu mengenai perawatan dan perbaikan terhadap transmisi juga menjadi alasan Suzuki tetap memilih yang otomatis ‘biasa’. Seperti diketahui transmisi AGS dan CVT jika rusak butuh dana yang tidak sedikit untuk perbaikannya.
Bahkan oli sebagai pelumas juga khusus. Jika ternyata di suatu daerah tidak ada oli transmisi yang disyaratkan tentu nantinya akan memberatkan konsumen.
“Kita juga pertimbangkan itu semua. Jika tiba-tiba ternyata transmisi ada masalah, kalau CVT cukup tinggi biayanya. Kita tidak ingin memberatkan konsumen Suzuki dengan hal-hal seperti itu,” jelasnya lagi.
Benar memang yang disebutkan Harold. Ketika Kemudi.id melakukan test, perpindahan transmisinya cukup halus. Baik di putaran bawah maupun atas.
