Kemudi.id – Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) resmi mengenalkan integrasi Isuzu Link yang kini sudah berada di dalam aplikasi MyIsuzuID saat event GIIAS 2025. Pengenalan tersebut dilakukan bersamaan dengan talkshow dengan tajuk ‘Isuzu Link X MyIsuzuID: Future Transportation Solution’.
Dalam pengenalan tersebut juga dihadirkan perwakilan dari PT Mobilitas Digital Indonesia (MODA), yang merupakan pengguna aktif Isuzu Link.
Integrasi ini menjadi komitmen Isuzu yang merupakan Real Partner sejati untuk konsumennya dalam menjalankan bisnis mereka. Ini juga merupakan tanggung jawab brand asal Jepang itu dengan tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tapi juga layanan terbaik.
Dengan adanya aplikasi ini membuat konsumen bisa memantau dengan baik dan jelas pergerakan dari armada-armada yang dimiliki. Sehingga bisa memberikan evaluasi dan penilaian yang lebih jelas bagi management.
“Hari ini resmi diluncurkan Isuzu Link yang terintegrasi dengan aplikasi MyIsuzuID. Konsumen bisa dengan mudah memantau operasionalnya secara langsung,”
“Lewat versi mobile ini memantaunya jadi lebih mudah. Tidak hanya bisa tracking armada saja, tapi juga mendapat laporan lainnya,” ucap Sendi Darma, Head of Part & Service Strategy Management PT IAMI.
Sementara itu, sebenarnya Isuzu Link sudah ada sejak 2020 silam. Namun untuk memantaunya masih repot karena belum bisa lewat handphone. Dengan menjadi bagian dari aplikasi MyIsuzuID, kemudahan jadi lebih didapatkan.
Dalam Isuzu Link tersebut paling tidak ada 4 parameter yang bisa dipakai management untuk memantau.
Pertama yakni Fleet Productivity. Dengan fitur ini, bisa membantu produktivitas armada. Sebab bisa mengetahui lamanya armada beroperasi setiap hari. Jumlah bahan bakar yang telah terpakai di unit tersebut. Juga mengetahui jumlah armada yang sedang bertugas atau tidak, bahkan sampai armada yang tidak mengirimkan data lebih dari 30 menit.
Berikutnya mengenai efisiensi bahan bakar. Dengan fitur itu bisa diketahui jumlah solar yang terpakai, bisa dibandingkan antar periode sebelumnya. Bahkan sampai mendeteksi seberapa sering armada mesinnya menyala tapi tidak bergerak.
Perilaku pengendara dan error code juga bisa dipantau. Driver jadi tidak bisa semena-mena lagi terhadap unit armada. Kalau berkendara secara ugal-ugalan atau tidak safety semuanya bisa dipantau management.
Bahkan ketika driver dan armada masuk kawasan yang cukup berbahaya sekalipun, semua bisa dipantau dengan baik.
Kemudian juga bisa integrasi data. Isuzu Link bisa terintegrasi dengan platform lain yang sesuai dengan keinginan atau kepemilikan armada. Sehingga enggak perlu repot-repot lagi, tinggal penyesuaian saja.
“Kami sangat terbantu dengan adanya teknologi ini. Jadi kami ambil keputusan yang cepat dan juga tepat. Semua data bisa diakses,” tambah Mirza Al-Adhar, Head of Vehicle Management PT MODA.
Isuzu Link merupakan sebuah alat yang di dalamnya ada 3 slot untuk nomor ponsel. Untuk mendapatkannya, harus bayar Rp 3,9 juta untuk 1 unit, sudah gratis layanan jaringan selama 1 tahun.
