Friday, January 30, 2026
HomeHeadlineFirst Impression Mitsubishi Destinator, Mode TARMAC-nya Mengejutkan

First Impression Mitsubishi Destinator, Mode TARMAC-nya Mengejutkan

Kemudi.id – Mitsubishi Destinator menjadi topik pembicaraan pengincar mobil baru. Hadir sesaat sebelum GIIAS, dan pengumuman harga di event tersebut, membuat calon konsumen menjadi terpancing untuk tahu lebih dekat.

SUV 7 penumpang ini disebut-sebut merupakan gabungan dari MPV dan juga SUV. Dengan sangat jelas terlihat kolaborasi 2 segmen terlaris di Indonesia tersebut.

Untuk MPV, pihak Mitsubishi Motors menyebut melalui kenyamanannya. Sedangkan SUV, sudah jelas terpancar dari posturnya yang tinggi.

Mitsubishi Destinator menggunakan mesin 4B40, Mivec, DOHC, turbo dengan kapasitas 1.500 cc.

Tapi turbo yang terpasang bukan untuk seperti di balap, namun untuk menghasilkan tingkat efisiensi bahan bakar.

Lipat sandaran jok baris ke-2 dan baris ke-3, ruang lapang mudah didapat (toncil)

Di sela-sela gelaran GIIAS 2025 redaksi Kemudi.id menyempatkan untuk mencoba unit tersebut. Kebetulan mendapatkan versi yang Ultimate, sehingga fitur juga lengkap.

Duduk di kursi pengemudi, posisinya sangat baik. Bahan yang dipakai juga mudah dibersihkan.

Enaknya lagi posisi naik turun bisa disesuaikan. Bukan dengan model elektrik, tapi masih model putar. Enggak masalah, tetap gampang saja.

Kemudian AC sudah pasti dingin. Tapi bukan itu yang menjadi keunggulannya. AC Mitsubishi Destinator ini sudah dual zone. Kanan dan kiri bisa beda suhunya. Model pengaturannya juga menarik, tinggal tekan naik atau turun saja.

Handlingnya cukup baik. Presisi khas Mitsubishi (toncil)

Alihkan pandangan ke semua instrumen. Layar di depan sangat mudah dibaca. Meski bentuk kotak yang bisa bikin kagok bagi yang pertama lihat.

Layar lebar yang menghadirkan banyak informasi di tengah dasbor juga mudah terlihat. Sangat banyak informasi yang bisa ditampilkan di sana.

Pindah ke bangku baris ke-2. Legroomnya lega banget. Bahkan jika bangku tidak dimundurkan ke belakang secara penuh.

Headroomnya juga masih ada ruang besar. Sehingga tidak ada kesan sesak di kabin. Enaknya lagi, versi Ultimate ini sudah ada panoramic sunroof, jadi bisa mandi cahaya matahari atau bulan dan bintang.

Kental kesan SUV-nya untuk berpetualang ke berbagai destinasi (toncil)

Sementara itu, mencoba duduk di baris akhir juga masih ada ruang. Meski harus sedikit tertekuk.

Saatnya mencoba performa mesin, ban dan sedikit impresi kaki-kaki serta handling.

Meluncur dari GIIAS ke seputaran BSD, tenaga mesinnya memang sangat terasa. Maklum turbo.

Enggak lupa mencoba Drive Mode TARMAC yang konon dikembangkan untuk alam Indonesia.

Di mode itu sangat terasa perbedaannya. Lebih reaponsif dan tenaga sangat mudah keluar. Mitsubishi Destinator bisa ‘kabur’ dengan cepat.

Jika enggak mau mobil terasa tersentak-sentak, pilih Drive Mode NORMAL. Keluar tenaganya lebih halus demikian juga dengan perpindahan giginya.

Handlingnya juga ciamik. Presisi khas Mitsubishi. Pergerakan ketika berbelok atau parkir, lingkar kemudinya tidak terlalu ringan, tapi juga tidak berat.

Untuk suspensi, penggunaan jalan aspal dan sedikit konblok, masih tetap terasa nyaman. Enggak ada suara atau juga gerakan-gerakan yang tidak semestinya.

Karena dalam pengetesan masih santai saja, belum diketahui mengenai gejala body roll.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terpopuler