Kemudi.id – Suzuki Fronx telah membuktikan tingkat efisiensi bahan bakarnya beberapa waktu lalu. Ketika itu pengujian dilakukan saat Media Test Drive yang mengambil jalur daerah Bandung dan sedikit ke Jatinangor.
Saat itu redaksi bersama media lain dalam satu mobil berhasil mencatat lebih dari 23 kilometer untuk 1 liter bahan bahar RON 92. Dengan metode pengisian bahan bakar full to full, dan beberapa cara lainnya.
Kini redaksi punya kesempatan untuk melakukan test terpisah pada Coupe SUV andalan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) tersebut.
Suzuki Fronx SGX yang merupakan tipe tertinggi menemani aktivitas selama beberapa hari. Menggunakan mesin K15C dengan teknologi SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki) tenaga yang dihasilkan 103,2 hp dengan torsi 138 Nm.
Untuk aktivitas dalam kota, tenaga masih sangat cukup. Enggak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam untuk mengail tenaga. Respon yang cukup baik juga ketika stop and go alias kemacetan.
Hal ini berkat hadirnya teknologi ISG (Intergrated Starter Generator) yang menyimpan tenaga ketika perlambatan dan membantu saat akselerasi awal.
Namun redaksi cukup terganggu justru dengan kehadiran teknologi Engine Auto Stop. Fitur ini akan mematikan mesin saat komputer membaca mobil tidak bergerak dalam hitungan detik.

Meski mesin dimatikan, namun kelistrikan tetap hidup. AC tetap menyala tapi hawa kipas saja. Efeknya ketika menunggu antrian macet yang cukup lama, kabin menjadi kurang dingin. Sehingga sedikit mengurangi kenyamanan. Ini yang bikin agak terganggu.
Akhirnya fitur tersebut justru dinonaktifkan dengan hanya menekan tombol saja.
Namun saat berkendara di lalu lintas yang cukup lengang fitur ini sangat berguna untuk dipakai.
Untuk perjalanan luar kota dengan menggunakan tol, tidak ada masalah. Karena memang tenaganya sudah cukup berlimpah.
Namun, saat bertemu jalan menanjak yang tergolong curam dan ingin menyusul, harus punya momen yang sangat pas. Karena mesin 1.500 cc yang dibopongnya memang bukan untuk performa tinggi, melainkan lebih ke efisiensi.

Berbicara mengenai efisiensi, mesin dengan teknologi hybrid ini memang terbukti efisien. Dalam pengetesan, hasilnya untuk perjalanan dalam kota pengendaraan normal, 1 liter RON 92 bisa untuk 16,5 kilometer.
Sementara jika dipakai keluar kota lebih jauh lagi, bisa mencapai 22 kilometer. Ini berdasarkan angka yang tertera di layar MID.
Pengendaraan dalam kota juga menyenangkan bukan hanya dari sisi konsumsi bahan bakar namun juga sektor lainnya.
Salah satu titik yang cukup mengagumkan yakni radius putar kemudinya, hanya 4,8 meter saja. Efeknya, mudah saja untuk putar balik. Memudahkan juga ketika berada di jalan yang cukup kecil.

Sementara itu, compact SUV dengan ground clearance 170 mm tersebut juga punya bantingan suspensi yang menyenangkan. Mengandalkan sistem torsion beam di belakang dan MacPherson untuk depan menghasilkan bantingan yang cukup stiff.
Fitur lain yang sangat berguna dipakai selama perjalanan yakni adaptive cruise control. Sangat memudahkan karena bisa menyesuaikan dengan kecepatan mobil di depan. Bahkan bisa sampai 0 km/jam.
Untuk aktivasinya juga sangat mudah. Tinggal tekan tombol yang ada, maka akan langsung menyesuaikan.

Data spesifikasi
Mesin : K15C, hybrid
Bore x Stroke : 74×85 mm
Kompresi : 12
Panjang : 3.995 mm
Lebar : 1.765 mm
Tinggi : 1.550 mm
Ground Clearance : 170 mm
Wheelbase : 2.520 mm
Radius putar : 4.800 mm
Kapasitas tangki : 37 liter
Roda : 195/60-16

