Kemudi.id – BAIC T1 telah resmi diluncurkan oleh BAIC Indonesia (9/7/2026). Ini merupakan electric vehicle (EV) pertama bagi BAIC Indonesia, setelah sebelumnya lebih sering berkecimpung di mesin bensin biasa dan juga HEV.
BAIC meluncurkan T1 setelah melihat perkembangan mobil listrik di Indonesia sangat baik. Berdasar data yang dimilikinya, terhitung sejak 2021 sampai 2025, mobil listrik tumbuh sekitar 78%.
Selain itu juga karena pengguna kendaraan yang berada di perkotaan sudah melakukan shifting dari mobil berbahan bakar menjadi listrik. Berdasar efisiensi dan berbagai kemudahan yang ada.
“Kita hadirkan BAIC T1 ini karena kami rasa sangat pas untuk konsumen Indonesia. Produk yang memang sesuai untuk kondisi jalanan kota besar Indonesia,” ucap Dhani Yahya, Chief Operating Officer BAIC Indonesia ketika launching (9/7/2026).

Kehadiran T1 menjadi momentum yang sangat pas bagi BAIC Indonesia untuk terus melengkapi line up produknya. Mulai bermain di segmen New Energy Vehicle (NEV).
BAIC T1 merupakan crossover hatchback yang di negara lahirnya bernama Arcfox T1.
Disebut crossover hatchback karena merujuk pada ground clearance yang cukup tinggi, mencapai 181 mm. Menjadi yang tertinggi di kelasnya. Secara bentuk jelas mengacu kepada hatchback.
BAIC T1 punya panjang 4.337 mm dengan lebar 1.860 mm dan tinggi 1.572. Sedikit lebih kecil dibanding ‘tetangganya’, BYD ATTO 3.
“BAIC T1 ini punya wheelbase 2.770 mm, paling panjang di kelasnya. Artinya, mobil ini punya ruang kabin yang lega. Kaki penumpang belakang enggak perlu sampai menyentuh sandaran jok depan,” tambah Fedi Dwi Parileksono, Head of Product Sales Training & Homologation BAIC Indonesia dalam kesempatan yang sama.

Fitur lainnya yang menarik, yakni seputar baterai dan performanya. T1 ini sudah menggunakan 8 in 1 Electric Drive System, kemudian baterai lebih ringan sekitar 15% dan lebih kecil 18% sehingga lebih efisien dan juga lebih sunyi.
Motornya punya tenaga puncak 70kW atau sekitar 94 hp dengan torsi maksimum 176 Nm. Untuk fast chargingnya, hanya butuh waktu 25 menit saja, dari posisi baterai 30% hingga mencapai 80%. Sudah sangat cukup untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Sementara itu, target penjualan BAIC T1 ini juga tidak main-main. Sampai akhir 2026 ditargetkan bisa mencapai 1.000 unit. Serta juga meraih market share sebesar 16% di kelasnya.
Untuk saat ini, atau gelombang pertama T1 masih didatangkan secara CBU ke Indonesia.
“Delivery pertama ke konsumen, kita prediksi minggu pertama Agustus atau minggu kedua Agustus. Kita ingin konsumen bisa segera merasakan unitnya,” jelas Dhani lagi.

Untuk ke depannya, T1 ini akan dilakukan perakitan lokal atau CKD, dengan kandungan lokal mencapai 60%. Demi mengikuti aturan pemerintah.
Mengenai harga, secara pasti memang belum diumumkan. Namun, BAIC sudah menyebut akan berada di angka sekitar Rp300 jutaan.
