Tuesday, September 1, 2026
HomeHeadlineTest Drive Lengkap Honda HR-V e:HEV, Ciri Khas Honda Sangat Terasa

Test Drive Lengkap Honda HR-V e:HEV, Ciri Khas Honda Sangat Terasa

Kemudi.id – Honda HRV e:HEV telah meluncur di Indonesia beberapa waktu lalu. Tentu sangat menarik mencermati seberapa menyenangkan dan efisiensinya yang dihadirkan oleh Honda HR-V hybrid ini.

Sebab, Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director di PT Honda Prospect Motor (HPM) terus mengatakan kalau sistem hybrid Honda sedikit berbeda dibanding brand lainnya.

“Hybrid di Honda lebih mendahulukan sistem listriknya. Ketika sudah mau habis, baru nanti mesin yang bekerja,”

“Dengan sistem seperti ini, efisiensi bahan bakar menjadi lebih baik. Menguntungkan bagi pemilik,” ucapnya.

Performa

SUV ini menggunakan mesin 1.500 cc dengan siklus Atkinson dengan teknologi VTEC. Performanya, 131 PS untuk motor listriknya, sedangkan mesinnya 106 PS. Sedangkan torsinya, 253 Nm di motor listrik dan 127 Nm untuk mesinnya.

Tenaga ini yang dikeluarkan ini sangat cukup untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan ketika redaksi Kemudi.id melakukan perjalanan luar kota ke Bandung, perpaduan motor dan mesin tersebut sangat memudahkan untuk melibas tanjakan-tanjakan.

Tenaga tidak kedodoran untuk menghantarkan mobil melaju. Tetap bisa dengan sempurna dan ‘nafas’nya seakan tak pernah habis.

Enaknya lagi, di Honda HR-V hybrid ini ada 3 pilihan mode berkendara, Sport, Normal dan ECON. Enggak lengkap kalau tidak dicoba semuanya.

Kemudi.id memilih lebih banyak menggunakan yang Normal. Sebab lebih banyak berjalan di dalam kota dan memposisikan mobil layaknya keadaan normal.

Mesin Atkinson berkapasitas 1.500 cc, dipadu dengan motor listrik (foto : toncil)

Ketika di dalam kota, mobil tidak bisa kencang, tapi juga terkadang butuh tenaga cepat untuk menyusul kendaraan lain. Mode Normal mengakomodir ini.

Kemudian, ECON sudah pasti untuk lebih efisiensi lagi. Dalam test yang dilakukan, perubahan yang terjadi cukup signifikan terutama pada akselerasinya.

Ketika pedal gas diinjak spontan, tenaga keluar agak lama. Wajar saja karena memang didesain supaya efisien.

Mode ini sangat cocok bagi pengendara yang ingin santai-santai di jalan, tidak diburu waktu dan menikmati mobil.

Kemudian Sport. Membaca namanya saja sudah sangat mewakili. Tenaga yang keluar memang sangat instant. Saat pedal gas diinjak, saat itu juga tenaga langsung keluar. Enggak ada lemot-lemotnya.

Mode ini sangat cocok dan pas dipakai ketika berada di jalanan menanjak atau untuk mendahului kendaraan lain.

Namun, di balik itu semua, bagi yang tidak biasa mobil jadi tersentak-sentak jalannya. Terkadang membuat penumpang menjadi kurang nyaman. Sebab itu, dituntut berkendara dengan halus jika di mode ini.

Honda HR-V e:HEV ini menggunakan transmisi CVT, sehingga perpindahan sangat halus. Jika di mode Normal dan ECO, perpindahan gigi tidak terasa.

Ini yang membuat perjalanan menjadi lebih nyaman. Karena tidak terjadi hentakan-hentakan kecil.

Kenyamanan

Bahas posisi duduk terlebih dahulu. Dalam rumus berkendara, posisi duduk yang nyaman akan membuat perjalanan lebih menyenangkan. Karena tidak lekas lelah dan terutama menunjang safety.

Jok pengemudi, pengaturannya sudah pakai elektrikal 8 arah. Ini memudahkan pengendara bisa mendapatkan posisi yang pas dan ideal untuk berkendara.

Pantau belakang lewat kaca spion. Jika kurang pas, silakan disesuaikan kembali lewat pengaturan yang juga elektrik untuk bagian luar.

Kabin Honda HR-V e:HEV berbalut warna hitam. Jok berbahan kulit yang nyaman (foto : toncil)

Selain itu, posisi kemudi juga bisa diatur. Karena SUV Honda ini sudah dilengkapi tilt dan teleskopik untuk pengaturannya.

Kenyamanan pengemudi dirasakan redaksi juga lewat bahan jok. Meski berwarna hitam, tapi tak lekas membuat bokong atau punggung panas.

Bahan kulitnya mampu bekerja dengan sangat baik memberi kenyamanan dalam perjalanan.

Ini juga yang memberi kenyamanan untuk penumpang. Sehingga perjalanan bisa berlangsung dengan tenang.

Adapun, dengan bahan kulit berwarna hitam tersebut sangat mudah dibersihkan. Juga tak membuat lekas kotor dibanding jika bahan jok berwarna terang.

Sementara itu, jika bicara kenyamanan tentu juga harus melibatkan suspensi. Karakter Honda sangat terasa di sini.

Untuk yang tidak biasa, akan menyebut kalau suspensinya agak keras. Terutama jika bertemu jalan keriting dalam kondisi kecepatan tanggung.

Posisi duduk dan berkendara yang ideal mudah dicapai (foto : toncil)

Namun, ketika dipakai perjalanan jauh dan kencang, suspensi ini memberi kenyamanan dan kestabilan yang sangat baik. Nyaris tidak terasa adanya gejala bodyroll, sehingga penumpang tetap nyaman.

Sayangnya, ketika berjalan pelan dan menginjak lubang, suspensi terasa seperti berbunyi ‘jedug’ dan sangat terasa keras suspensinya.

Konsumsi

Wajarnya kendaraan hybrid punya konsumsi bahan bakar yang efisien. Dengan metode berkendara biasa dan normal, redaksi mampu mencatat 1 liter bahan bakar mencapai sekitar 22 kilometer. Sedangkan untuk luar kota, 1 liternya bisa mencapai 24 kilometer.

Lampu mengandalkan LED. Menariknya, ada fitur cornering lamp ketika mobil belok (foto : toncil)
TERKAIT
- Advertisment -

Terpopuler