Kemudi.id – Maka Motors yang merupakan merek motor listrik asal Indonesia punya produk pertamanya, Maka Cavalry.
Maka Motors mengklaim kalau Cavalry merupakan motor paling enak untuk dipakai. Didesain secara khusus untuk postur orang-orang Indonesia.
Kemudian juga disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang ada di Indonesia. Lebih tepatnya kota-kota besar terlebih dahulu.
Seperti apa rasanya ketika Maka Cavalry dipakai aktivitas sehari-hari?
Kemudi.id mencoba langsung motor tersebut dan dipakai dalam berbagai kegiatan.
Riding position
Saat sudah duduk di jok, pandangan pertama langsung ke layar LCD speedometer. Warna-warna yang ditampilkan membuat semua informasi mudah terbaca dan terbilang lengkap.
Di sana ditampilkan kapasitas baterai, kemudian juga ada range yang menunjukkan jarak tempuh dengan sisa baterai yang ada.

Enggak ketinggalan ada jam, pilihan riding mode dan tentu saja kecepatan.
Kemudian juga dengan desain layaknya motor keluaran brand Jepang ini yakni posisi duduk di motor yang cukup tinggi.
Dengan postur tubuh kira-kira 158 centimeter, saat motor berhenti harus agak jinjit supaya tidak terjatuh. Supaya bisa dapat posisi berkendara yang enak, harus agak mundur mendekat ke ‘pembatas’ jok pengendara dan penumpang belakang.
Bisa dibilang ini jadi posisi paling enak dan nyaman, terutama saat berkendara jauh. Sebab posisi kaki menjadi sangat rileks. Sehingga tidak bikin pegal.
Sayangnya, posisi tinggi ini tak hanya dialami oleh redaksi saja. Boncenger untuk naik dan duduk di belakang juga mengeluh terlalu tinggi.
“Wah ini naiknya tinggi banget ya. Kaki harus dibuka banget supaya bisa naik dengan enak,” ucap seorang rekan yang berdomisili di Citra Grand, Cibubur, Depok.
Namun demikian ketika sudah duduk, dirinya memberi apresiasi terhadap jok Maka Cavalry.
“Joknya empuk, lebarnya juga pas. Jadi enak untuk diduduki,” tambahnya.

Kemudian, Maka Cavalry ini punya beberapa fitur yang cukup menarik untuk di motor. Di stang bagian kiri, standar saja. Ada untuk sein, lampu utama, klakson, R (reverse) dan juga hazard.
Satu fitur yang membantu yakni tombol bertuliskan ‘pass’. Ini untuk lampu beam yang bisa dipakai saat akan memberitahu posisi motor kepada pengendara lain. Baik saat menyusul atau untuk kendaraan dari lawan arah.
Sementara itu di stang bagian kanan juga tak kalahnya. Ada tombol merah untuk safety. Selain itu ada tombol juga untuk pilihan riding mode.

Performa
Ada 2 pilihan, yakni Hi Torque dan Hi Regen. Sejak awal ambil unit sangat disarankan pakai Hi Torque.
Ok, diikuti sarannya.
Karena penasaran, baru berjalan 20 meter langsung pindah ke Hi Regen tanpa harus berhenti. Sekonyong-konyong perbedaan jauh langsung terasa.

Akselerasi serta merta langsung menurun jauh. Untuk mencapai kecepatan tinggi butuh effort lebih. Pelintiran gas harus benar-benar sampai nyaris mentok.
Kemudian ketika melepas gas, motor seperti langsung direm. Tenaga benar-benar dikurangi, karena untuk mengisi ulang baterai. Dengan mode ini, satu baterai klaimnya bisa mencapai 160 km. Tapi rasanya sangat sedikit konsumen yang ingin pakai.
Mode ini sangat pas dipakai jika ingin jalan konstan dan santai-santai saja. Saat macet atau sedang terburu-buru, sangat tidak cocok. Bisa bikin amarah memuncak.

Saat pindah pakai mode Hi Torque bisa langsung tersenyum puas. Tenaga motor benar-benar keluar secara spontan.
Maka Motors mengklaim kalau 0-60 km/jam hanya butuh 4,8 detik saja. Meski tidak mencoba dan mengukur waktu, tapi memang akselerasinya sangat mengejutkan.
“Enak juga ini motor. Akselerasinya sih top untuk motor listrik yang cukup besar begini,” komentar seorang rekan pemilik tim balap mobil.
Ketika di kemacetan, Hi Torque ini memang sangat membantu. Bikin motor lebih gesit bergerak meski bodinya enggak bisa dibilang kecil.
Dengan torsi sebesar 251 Nm di roda belakang memang membuat Maka Cavalry akan mudah melesat.
Selain itu, juga membuat handling cukup baik. Enggak terasa berat saat manuver di ruang yang terbatas.

Mengenai bantingan suspensi juga tidak ada masalah. Beberapa rekan yang turut mencoba menyebut kalau redaman sokbrekernya bagus, bahkan cenderung empuk.
Mungkin saja karena penggunaan dual sokbreker di belakang yang bisa adjustable. Juga karena posisinya yang agak miring, layaknya kebanyakan mobil-mobil premium. Sehingga peredamannya lebih maksimal.
Ketika dipakai malam hari, motor dengan tenaga 12 hp (9kW) ini juga enggak menyulitkan. Lampu motor semua sudah LED dengan desain yang sangat menarik. Lampu belakang juga berdesain tipis dan cukup keren karena mikanya berwarna smoke.

Karena pakai model baterai tanam, maka harus colok langsung ke motor. Hal yang menarik, ada indikator di bodi samping motor. Ada 5 bar yang menjadi indikasi pengisian baterai. Kalau semua sudah menyala dan ganti berwarna biru, maka baterai sudah penuh.
Saat ini Maka Cavalry sudah bisa dimiliki dengan harga Rp 35.850.000 (on the road Jakarta).

