Kemudi.id – Test drive Suzuki Fronx yang digelar PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) berlanjut pada hari ke-2 (25/6/2025).
Jika dibandingkan hari pertama, rute untuk test drive hari ke-2 ini sebenarnya tidak terlalu ekstrem. Bahkan cenderung biasa-biasa saja.
Namun keseruan tidak berkurang sedikitpun, bahkan cenderung lebih exciting. Karena dalam test drive tersebut ada penghitungan konsumsi bahan bakar.
“Dalam pengukurannya kita menggunakan metode full to full. Berjalan normal saja layaknya berkendara biasa supaya hasilnya juga normal, “ ucap Dony Ismi Saputra, Deputy 4W Sales & Marketing Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Sebelum berangkat, setiap mobil diisi bahan bakar penuh sampai ‘bibir’. Selanjutnya diarahkan ke daerah Jatinangor.
Supaya lebih fair dan kondisi relatif sama, pengisian bahan bakar disegel. Kemudian AC juga ditempatkan pada fan dan suhu yang sama. Kemudian disegel.

Dalam perjalanan ini peserta benar-benar dilepas, terpenting sampai ke lokasi.
Meski sebagian besar perjalanan lewat jalan tol tapi bukan berarti menjadi mudah. Karena di jalan tol menuju Jatinangor dari Pasteur, konturnya sangat beragam.
Menjadi tantangan ketika bertemu dengan jalan yang menanjak. Perlu diakui kalau mesin K15C hybrid di Suzuki Fronx GX yang dipakai redaksi Kemudi.id, agak ‘kosong’ jika penekanan gas ‘diurut’.

Namun enggak perlu khawatir karena walaupun pedal gas diinjak lebih dalam, konsumsi bahan bakar berdasar MID (Multi Information Display) tetap efisien.
Setelah dari Jatinangor perjalanan kembali ke perkotaan Bandung. Bukan jalan menurun yang jadi tantangan, tapi kemacetan di dalam kota.
Perjalanan seputar kota Bandung cukup menguras konsumsi bahan bakar. Karena angka di MID terus turun sejak turun dari Jatinangor dan keluar tol Pasteur.

Sampai akhirnya bahan bakar diisi ulang, dikembalikan ke posisi semula. Sampai ke ‘bibir’ pengisian bahan bakar.
Redaksi Kemudi.id bersama tim di mobil 10 setelah dihitung oleh tim, mendapat konsumsi 36,62 kilometer untuk 1 liter bahan bakar. Perjalanan menempuh sejauh 110 kilometer.
Menempatkan kami berada di posisi 2 dari 12 mobil peserta Suzuki Fronx.

“Kami sangat mengapresiasi atas hasil uji efisiensi ini. Semua berjalan dengan baik dan lancar. Hasilnya juga menunjukkan tingkat efisiensi yang baik dari Suzuki Fronx,”
“Dalam test kali ini, untuk Suzuki Fronx yang mesin hybrid, K15C (SGX dan GX) konsumsi rata-rata 30,67 kilometer per liter. Untuk yang non hybrid (K15B) 24,12 kilometer per liter,”
“Ini bisa menjadi acuan kalau Suzuki Fronx memang punya konsumsi bahan bakar efisien,” ucap Harold Donnel, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Hasil test ini tentu bukan jadi patokan, tapi sebagai gambaran bagi calon pembeli Suzuki Fronx. Hasil dari keseharian tentu bisa berbeda. Bergantung pada gaya berkendara, bobot, kondisi lalu lintas dan lainnya.
Suzuki Fronx hadir dalam 3 varian, GL, GX dan SGX. Semua varian punya pilihan transmisi otomatisnya.
