Kemudi.id – BMW Group Indonesia menggelar kompetisi untuk para teknisi bertajuk BMW Technician Excellence Competition 2025.
Program ini bukan saja bertujuan mengasah kemampuan tim mekanik untuk melakukan perbaikan, tapi lebih dari itu untuk mengembangkan kemampuan menganalisa masalah yang ada.
“BMW Technology Workshop 2025 ini merupakan acara yang menggabungkan dua elemen utama yang menjadi kekuatan BMW,”
“Yakni inovasi teknologi yang ada serta kualitas sumber daya manusia. Lewat kompetisi teknisi ini BMW ingin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengalaman berkendara yang premium,” sebut Peter ‘Sunny’ Medalla, Presiden Direktur BMW Group Indonesia.
Kompetisi antar teknisi BMW 2025 ini sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Ada sekitar 200 teknisi yang ikut mendaftar pada awalnya.
Para peserta tersebut dikirimkan ‘soal’ oleh pihak panitia dan juga para juri. Masalah yang diberikan dikerjakan secara online yang dipantau panitia.
Kemudian, dari 200 peserta tersebut disaring menjadi 20 teknisi yang bisa melanjutkan ke babak selanjutnya.
Selanjutnya disaring lagi menjadi 8 finalis, yang akhirnya ditentukan 3 pemenang saja.
Berbeda dengan pemecahan masalah sebelum-sebelumnya, saat 8 finalis ini tantangan lebih ‘menyala’.
Bagaimana tidak. Para finalis tersebut harus menyelesaikan masalah di hadapan banyak orang.
Bukan teman sejawat yang jadi penonton dan penyemangat. Tapi disaksikan langsung oleh Peter ‘Sunny’ Medalla, Jodie O’tania selaku Director of Communication BMW Group Indonesia, para pajabat BMW, dan juga para awak media.
“Problem yang kita berikan mesin tidak bisa start. Ada masalah di komputer mesin. Enggak mudah, tapi juga enggak gampang,” tambah Hadi Hadad, Qualification and Training Manager BMW Group Indonesia.

Namun, untuk menjaga kondisi BMW 320i yang dioprek, tidak ada komponen standar bawaan mobjl yang diotak-atik.
Demi memberi masalah, BMW secara khusus membeli komponen ECU untuk ‘dirusak’. Sehingga sebenarnya para teknisi memperbaiki komponen lain.
Untuk menyelesaikan masalah, mulai dari investigasi sampai selesai, para peserta diberikan waktu 90 menit. Meski menurut Hadi Adad sebenarnya penyelesaian masalah hanya butuh waktu 60 menit saja.
Penentuan pemenang bukan dilihat dari kecepatan penyelesaian masalah saja. Lebih diutamakan ketepatannya.
Sunny menyebut dengan kontes teknisi ini juga membuktikan sumber daya Indonesia bisa sekelas global.
Pemenang:
1. Punjung Warsito – BMW Astra Serpong
2. Nurdin Syahroni – BMW Astra Cilandak
3. Muhammad Zuhri – Plaza MINI Green Garden
