Thursday, February 5, 2026
HomeMobilHadir Aki Khusus Mobil Listrik, Mobil Biasa Boleh Pakai? Ini Kata Produsen...

Hadir Aki Khusus Mobil Listrik, Mobil Biasa Boleh Pakai? Ini Kata Produsen Aki Massiv

Kemudi.id – Massiv, produsen aki asal Jepang telah merilis produk khusus mobil listrik, Thunder EV.

Ini menjadi suatu gebrakan, dan Massiv mengklaim kalau menjadi yang pertama menghasilkan aki untuk BEV (Battery Electric Vehicle) di Indonesia.

Enggak tanggung-tanggung, ada 4 varian Thunder EV yang diperkenalkan.

Lalu, apa bedanya antara aki khusus mobil listrik dengan aki biasa, adakah efeknya kalau salah pakai?

Massiv menyebut kalau aki biasa ada kebutuhan untuk melakukan cranking atau start mesin. Kemudian untuk ignition atau pengapian dan juga lampu-lampu, sensor dan lainnya.

“Tapi di mobil listrik kita enggak butuh untuk cranking atau CCA (Cold Cranking Amps) karena memang tidak menyalakan mesin,”

“Selain itu di mobil listrik juga tidak ada pengapian. Jadi memang kita develop aki yang tidak ada untuk cranking dan ignition. Bertugas hanya untuk menyalakan lampu-lampu saja, infotainment dan juga sensor-sensor yang ada,” ulas Hadi, Presiden Direktur PT Wacana Prima Sentosa, pemegang merek aki Massiv di Indonesia.

Dalam pengembangan aki yang khusus untuk mobil listrik murni, ada beberapa tantangan yang harus ‘dijawab’.

Seperti harus mudah melakukan charging supaya semua komponen selalu siap. Kemudian wajib juga punya kestabilan tegangan supaya komponen kelistrikan dan sensor tidak mudah rusak.

Aki khusus BEV juga punya kapasitas yang besar. Karena keseluruhannya memang berbasis elektrik. Selain itu juga harus bisa bekerja meski keadaannya sedang tidak dalam charging penuh.

Hal yang menarik disimak juga yakni jika keduanya bertukar tempat.

Hadi, pria ramah tersebut menyarankan untuk menggunakan aki sesuai dengan mobilnya, mesin bensin biasa atau listrik.

“Mobil listrik sebaiknya memang tidak menggunakan aki untuk mesin biasa,” jelasnya. Demikian juga untuk sebaliknya.

Jika mobil listrik menggunakan aki biasa, bisa jadi umur aki lebih pendek sekitar 20% dibanding biasanya.

Kemudian jika mobil biasa menggunakan aki untuk mobil listrik, maka yang ‘kalah’ akinya. Umur aki diprediksi juga menjadi lebih pendek.

“Disebabkan karena aki khusus EV tidak didesain untuk melakukan starter mobil dan suplai arus listrik untuk ignition,” ungkapnya lagi.

Jadi disarankan, pakai aki yang memang sesuai dengan mobil.

TERKAIT
- Advertisment -

Terpopuler