Kemudi.id – Kondisi pasar otomotif nasional pada 2025 bisa dibilang cukup menantang. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) juga turut merasakannya, namun tetap menutup tahun dengan capaian positif.
Secara total penjualan mobil, pasarnya menurun. Tentu ini juga berdampak pada pasar commercial vehicle (CV) atau kendaraan niaga.
“Penurunannya mencapai 7%. Cukup terasa juga. Tapi hal positif yang kita lihat, semua sektor yang menggunakan CV masih berjalan,”
“Logistik masih jalan, perkebunan, pertambangan juga bergerak, demikian juga dengan lainnya,”
“Artinya masih ada kesempatan dan tantangan yang bisa menumbuhkan pasar CV. Terlebih jika dibandingkan dengan tahun lalu, Januari 2026 ini ada peningkatan,” ucap Rian Erlangga, Business Strategy Division Head IAMI saat acara buka bersama dengan media di Jakarta (26/2/2026).
Atas dasar data tersebut , Isuzu menatap 2026 ini dengan penuh optimis tinggi, namun tetap realistis dengan mencermati kondisi pasar yang ada.
Isuzu punya market share di CV sebesar 29% pada 2025 lalu. Performa luar biasa Isuzu atas kontribusi dari Isuzu Traga sebesar 47,5%.
Kemudian diikuti dengan Elf menyumbang 237% dan berikutnya adalah Giga yang mencapai 18,2%.
Sementara itu, untuk 2026 ini, brand asal Jepang tersebut menargetkan bisa mencapai lebih dari 30%.
Hal ini sangat mungkin tercapai. Karena Isuzu punya line up produk yang lengkap untuk bermain di CV. Mulai dari pikap, light duty truck (LDT) dan juga medium duty truck (MDT).
Hal ini juga diperkuat dengan Unit In Operation (UIO) yang terus bertumbuh. Berdasar data yang diperlihatkan, UIO pada 2024 sejumlah 225.089 unit dan pada 2025 sebesar 226.762 unit.
“Penting melihat UIO yang terus berkembang. Melihat berapa banyak unit yang beroperasi, efisien dan bisa memberi keuntungan bagi pemiliknya,”
“Dengan data yang kita punya, Isuzu yakin pada 2026 ini akan naik. Berdampak juga pada layanan spare part dan service,” tambah pria berkacamata tersebut.
Berdasar hal tersebut, outlet yang 3S dan 2S terus bertumbuh, hingga saat ini berjumlah 127. Kemudian juga diperkuat dengan 4 parts depo. Hal ini supaya lebih dekat ke konsumen.
Upaya yang dibangun ini terbilang berhasil. Karena penjualan suku cadang meningkat 5%.
“Produk itu satu hal, tapi terpenting adalah membangun ekosistem. Karena CV bukan hanya harga, tapi juga termasuk pada layanan yang lebih dekat ke konsumen,” tambah Rokky Irvayandi, Business Solution Director PT IAMI dalam kesempatan yang sama.
Sebagai solusi nyata, Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) terus bertumbuh. Demikian juga dengan Bengkel Mitra Isuzu (BMI).
