Kemudi.id – Suzuki Fronx resmi dilaunching oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada Mei 2025 silam.
Coupe SUV ini lahir dalam berbagai pilihan varian. Paling tertinggi yakni SGX dengan mesin K15C SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki). Varian ini hanya dibekali dengan transmisi otomatis saja.
Varian berikutnya yakni GX yang tetap menggunakan mesin K15C hybrid juga. Hadir dalam pilihan transmisi otomatis dan manual.
Beda dengan SGX pada fitur-fitur yang disematkan. Seperti tidak adanya ACC (Adaptive Cruise Control) dan besar layar utama di tengah dasbor.
Kemudian untuk entry level ada GL. Varian ini menggunakan mesin K15B dan tidak pakai teknologi hybrid.
“Seperti pada umumnya, Suzuki Fronx ini pada awal-awal peluncuran paling laku yang varian tertinggi, SGX,”
“Tapi nanti biasanya akan mulai berganti, varian tengah yang akan paling diminati konsumen. Itu terjadi hampir di semua brand dan produk,” ucap Dony Ismi Saputra, Deputy 4W Sales & Marketing Managing Director PT SIS.saat launching tahun lalu.
Seiring perjalanan penjualan mobil, ternyata varian SGX masih menjadi yang tertinggi sampai saat ini.
“Ternyata belum ada perubahan sampai saat ini. Jadi SGX masih menjadi yang tertinggi. Kontribusi sekitar 60%, sisanya 2 varian itu,”
“Kondisi ini mungkin masih akan berjalan sampai beberapa bulan kedepan,” ucapnya saat di press conference Suzuki Bengkel Siaga 2026 di Kuningan, Jaksel kepada redaksi Kemudi.id (11/3/2026).
Ditambahkan olehnya, hal tersebut disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum terlalu baik.
Sehingga golongan menengah lebih menahan untuk beli mobil yang sebenarnya ini segmen di GX.
Sedangkan untuk golongan yang punya dana, jika beli mobil tentu akan memilih varian tertinggi yang lebih lengkap fiturnya.
Sementara itu, Suzuki Fronx ini bukan saja hanya sebagai backbone penjualan di brand saja, namun juga di segmennya.
Berdasar data yang ada, Suzuki Fronx menguasai pangsa pasar kelasnya mencapai 47%.
Ini pencapaian yang sangat baik, karena bisa sangat mendominasi penjualan.
