Kemudi.id – Konsumen terkadang malas melakukan perbaikan atau perawatan kendaraan bukan saja karena tidak ada biayanya. Namun juga karena takut kehilangan waktu karena mobil harus ‘menginap’ di bengkel untuk perawatan. Alhasil tidak ada ‘kaki’ untuk melakukan aktivitas. Hyundai Motors Indonesia (HMID) punya solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
Untuk terus memperkuat layanan after sales dan demi kenyamanan pelanggan, HMID meluncurkan Hyundai Premium Courtesy Program yang berlokasi di Hyundai N Brand Experience, SCBD, Jaksel (15/4/2026).
Latar belakangnya, supaya pelanggan tetap dapat beraktivitas secara normal sambil mobilnya diperbaiki.
Secara sederhana, Hyundai memberikan mobil pengganti ketika pelanggan menyerahkan mobilnya ke bengkel dalam rangka perbaikan.
Mendapat dukungan dari berbagai dealer yang ada, menciptakan adanya 250 unit mobil yang siap back up Hyundai Premium Courtesy Program tersebut.
Mobil-mobil tersebut tidak berada dalam satu dealer saja, namun tersebar di seluruh dealer yang ikut dalam program tersebut. Secara fokus, sampai saat ini masih berada di area Pulau Jawa.
“Karena memang penjualan Hyundai terbesar ini masih ada di Jawa. Sehingga masih kita prioritaskan dan fokuskan. Tapi daerah-daerah lain juga ada,” ucap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operation Officer (COO) HMID.
Program yang masih dalam ekosistem myHyundai Care ini mensyaratkan beberapa hal supaya konsumen bisa mengikuti program Premium Courtesy tersebut.
Pertama yakni jika pihak bengkel telah menyatakan kalau dalam perbaikan atau general repair dibutuhkan waktu lebih dari 1×2 jam perbaikannya.
“Secara otomatis, pihak bengkel atau dealer akan langsung menawarkan program ini kepada pelanggan. Tanpa mereka harus membayar biaya apapun,” tambahnya.
Hal berikutnya yakni jika konsumen melakukan perbaikan bodi mobil. Jika dalam estimasi bengkel membutuhkan waktu perbaikan lebih dari 14×24 jam, maka konsumen berhak mendapatkan mobil pengganti tersebut.
Hal yang menarik mengenai mobil penggantinya.
“Dealer atau bengkel akan menawarkan pertama kali yang EV atau listrik. Ada Ioniq 5 yang akan ditawarkan ke konsumen sebagai mobil pengganti,”
“Ini untuk menggaet konsumen ke mobil listrik. Mungkin saja mereka tidak pernah berpikir untuk mencoba mobil listrik, maka ketika ada kesempatan tersebut, mereka bisa mencobanya,” jelas Frans panggilannya.
Seandainya konsumen tidak mau pakai mobil listrik atau Ioniq 5, maka pilihan lainnya ada Hyundai Creta dan Stargazer atau sesuai dengan ketersediaan unit dealer.
Hal ini mengakomodir untuk para pelanggan yang tetap ingin pakai mesin biasa atau tak terbiasa pakai mobil listrik.
Dengan adanya program ini membuat konsumen bisa tetap merawat mobilnya di bengkel resmi tanpa takut kehilangan aktivitas atau peluang-peluang bisnis yang ada.
