Penulis : Farhan Abdurrahman
Kemudi.id – Sejalan dengan angka penjualan EV yang terus bertumbuh pesat, ajang PEVS 2026 dorong peningkatan produksi lokal target kandungan dalam negeri (TKDN).
Event yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) (29/10-1/11/2026).
Kembali berkolaborasi dengan Dyandra Promosindo, sebagai pameran untuk mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan.
Menjadi gelaran PEVS yang ke-5, pameran ini dinilai turut memberikan dampak positif dan daya tarik baik bagi produsen hingga masyarakat luas.
“Jika pakai mobil ICE konvensional mungkin butuh biaya hingga Rp8 juta per bulan, dengan menggunakan EV hanya mengeluarkan biaya sekitar 800 ribu,”
“Jadi sisanya bisa untuk kebutuhan rumah tangga, seperti pendidikan dan sebagainya,” ujar Moeldoko, Ketua Periklindo.
Dengan berkurangnya penggunaan BBM subsidi di masyarakat, pemerintah juga dapat mengalokasikan anggaran tersebut ke perencanaan nasional lain.
Tercermin dari populasi kendaraan listrik di Indonesia yang terus mengalami tren positif, dengan kontribusi utama dari segmen kendaraan penumpang.
Hingga Agustus 2026, populasi kendaraan listrik di Indonesia sudah mencapai 541 ribu, baik kendaraan roda 2, roda 3, roda 4, hingga kendaraan komersial.
Dalam rangka memperkuat industri nasional, produsen kendaraan listrik pun diharap meningkatkan kandungan TKDN guna mendorong ekonomi dalam negeri.
Sehingga tidak hanya peningkatan dari segi penjualan kendaraan, namun juga dapat menjadi basis produksi yang kuat melalui ekosistem EV yang lengkap.
“Target minimum TKDN-KBLBB ditetapkan sebesar 40% hingga tahun 2026, meningkat menjadi 60% pada periode 2027-2029,” ungkap Setia Diarta, Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian RI.
“Peningkatan target ini mencerminkan tahapan pengembangan industri yang semakin dalam, menuju peningkatan baterai dan modul yang diproduksi di dalam negeri, hingga penguatan kemampuan produksi komponen utama,” jelasnya.
Mengangkat tema Future Mobility, menampilkan kendaraan darat, laut, udara, hingga teknologi pendukung seperti panel surya.
Termasuk Air Mobility: teknologi drone kargo dan electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL), hingga Marine Mobility berupa kendaraan listrik di sektor maritim.
Menjadi daya tarik bagi pengunjung pameran, turut tersedia sejumlah kendaraan listrik modifikasi hingga area test drive dan test ride indoor.
Mengenai target transaksi pameran sendiri, pihak penyelenggara optimis akan kembali mengalami peningkatan dari PEVS di tahun sebelumnya.
