Friday, January 30, 2026
HomeMotorPolytron Beberkan Alasan Pakai Baterai LFP, Terkait Keamanan

Polytron Beberkan Alasan Pakai Baterai LFP, Terkait Keamanan

Kemudi.id – Baterai di kendaraan listrik pegang peranan yang sangat penting. Tanpa baterai yang sehat dan aman, kendaraan listrik sudah pasti akan bermasalah.

Polytron sebagai produsen kendaraan listrik yang cukup agresif sangat menjunjung tinggi mengenai kesehatan baterai pada kendaraan listrik.

Hal tersebut hadir setelah peluncuran motor listrik Polytron Fox 350. Produk yang bisa dibilang sangat lengkap fiturnya tersebut hadir dalam 2 skema kepemilikan baterai. Ada yang Battery as a Service (sewa baterai) dan juga pembelian baterai.

Teknologi baterai di kendaraan listrik menjadi komponen yang paling penting sekaligus paling kompleks dari sisi keamanannya.

“Polytron menerapkan standar pengujian setingkat internasional untuk memastikan setiap cell baterai yang digunakan sangat aman sebelum dipasang ke unit motor,”

“Standar ini mengacu pada UN 38.3, QC/T 743, SNI 8872:2019, UN R136, hingga ISO 26262 yang mencakup pengujian thermal, getaran, guncangan, tusukan, benturan, hingga simulasi risiko kecelakaan,” ungkap Hariono,. CEO Polytron.

Pabrikan dalam negeri ini sangat menekankan mengenai pemilihan kimia cell baterai. Karena tidak semua baterai lithium punya tingkat keamanan yang sama. Banyak konsumen yang tidak mengerti mengenai hal ini.

Setiap motor listrik Polytron melewati berbagai test (foto : Polytron)

Baterai jenis NMC, NCA dan LCO dikenal punya risiko api yang tinggi. Karena menghasilkan oksigen internal saat terbakar.

Efeknya, api dapat sangat mudah membesar yang susah untuk dikendalikan, juga berpotensi menimbulkan ledakan.

Sedangkan Polytron lebih memilih teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate). Disebabkan stabilitas thermal yang lebih baik dan tidak menghasilkan oksigen ketika terbakar.

Sehingga api jauh lebih lambat menyala dan lebih mudah dikendalikan saat terbakar. Efeknya, meminimalkan risiko kecelakaan akibat malfungsi baterai.

Dijelaskan bahwa cell LFP punya titik thermal runaway pada suhu 250–300°C, jauh lebih tinggi jika dibandingkan cell NMC yang bisa mengalami thermal runaway pada kisaran 170–220°C.

Baterai LFP yang dipakai Polytron sudah diuji (foto : Polytron)

Karena perbedaan inilah yang bikin aman. Terutama saat motor dipakai dalam kondisi cuaca panas, di kemacetan, atau saat pengisian daya.

Selain cell, keamanan baterai juga ada pada desain battery pack-nya. Pada motor listrik Fox, menggunakan struktur heatsink dengan bahan aluminium yang juga berfungsi sebagai pendingin, pelindung terhadap benturan, getaran, gesekan dan lainnya. Pack ini sudah bersertifikat IP67.

Baterai juga sudah dilengkapi dengan Battery Management System (BMS) yang sudah termasuk sensor temperatur, sistem cut-off otomatis saat overcharge atau over-discharge, serta mekanisme cell balancing yang berguna menjaga kesehatan baterai motor listrik.

“Di Polytron, keselamatan pengguna motor listrik tidak pernah menjadi area kompromi. Kami memilih cell LFP bersertifikasi yang lolos pengujian paling ketat, termasuk nail penetration test, untuk memastikan ketahanan mereka bahkan dalam skenario kecelakaan ekstrem,”

“Kami percaya bahwa industri kendaraan listrik hanya bisa berkembang jika pengguna merasa aman dan percaya dengan teknologinya,” ujar Josaphat Bagus Purnama, Head of Design, Quality and Assurance EV Polytron.

TERKAIT
- Advertisment -

Terpopuler