Tuesday, June 25, 2024
Google search engine
HomeSportLegenda Balap Indonesia Dokter Hery Agung Meninggal Dunia, Ini Yang Membuatnya Terkenal,...

Legenda Balap Indonesia Dokter Hery Agung Meninggal Dunia, Ini Yang Membuatnya Terkenal, Bukan Hanya Prestasi

Jakarta, Kemudi.id – Balap Indonesia kembali berduka. Salah satu pembalap serbabisa meninggal dunia.

Setiap insan balap Indonesia, pelaku, anggota tim bahkan penonton setia tidak ada yang tak mengenal dr Hery Agung Setianto. Dirinya meninggal dunia pada pukul 20.07 di Semarang, Jateng (3/6/2024) pada usia 59 tahun.

Coba sebutkan cabang balap di Indonesia. Hampir semuanya sudah pernah dilakoni olehnya. Slalom, reli, sprint reli, time rally, turing, drag race, speed offroad, dan lainnya.

Baca : Andifa, Bocah 9 Tahun Ikut Sprint Reli, Baru 1 Bulan Belajar Mobil Manual, Ini Ceritanya

Hebatnya sang legenda ini, hampir setiap cabang selalu punya prestasi membanggakan. Ratusan piala sudah pasti ada di rumahnya.

Seperti di drag race, sekitar 1990-an. Dirinya selalu bertarung di kelas FFA. Sangat terkenal ketika membesut mobil Nissan Fairlady yang menggunakan mesin V8 racikan Wiewie Rianto dari bengkel Protechnik

Di reli juga tak kalah tangguh. Mengandalkan Mitsubishi Lancer Evolution dirinya selalu punya prestasi yang sangat baik.

Dokter Hery Agung pembalap serbabisa yang selalu ramah kepada siapapun (foto: Istimewa)

Namun karena punya masalah di jantung, secara perlahan dirinya mulai mengurangi aktivitas balap.

Penulis masih ingat betul saat dirinya ikut slalom dan berhenti di ujung lintasan.

“Saya sudah mulai susah mengingat-ingat. Padahal soal slalom ini cukup mudah. Kesehatan saya sudah tidak lagi bagus,” ujar dr Hery Agung setelah lomba tersebut.

Baca : Tim Reli Kartika Sari Motorsport Boyong 5 Piala di Kejurnas Sprint Reli Jogja, Ini Yang Dilakukan Perelinya

Selain itu, Kemudi.id juga beberapa kali bertemu di lintasan sprint reli beberapa tahun belakangan. Saat itu masih menjadi driver di sprint reli.

“Saya masih nyupir sekarang ini. Tapi sudah tidak boleh terlalu sering. Apalagi sampai stress dan mikir yang macam-macam. Supaya jantung saya tidak terpacu,” jelasnya beberapa tahun lalu.

Saat itu dirinya seperti hanya mengenal sosok orang yang bertemu saja. Sudah mulai agak susah untuk mengingat kembali nama-nama orang.

Baca : Sempat di Posisi 2 Kejurnas Sprint Rally Jogja, H. Rachmat/Hade Mboi Akhirnya Tak Finish

Event terakhir yang diikuti sebelum pamit selamanya dari balap di Indonesia yakni kejurnas sprint reli di Jogja (24-26/5/2024).

Saat itu dirinya bertindak sebagai navigator adeknya, Hery Unggul.

Di event tersebut, pasangan dokter ini masih mampu menyabet podium 2 di kelas F3. Ini menjadi podium dan piala terakhir yang diraihnya.

Bukan karena prestasi saja yang membuat ‘flying doctor’ ini dikenal di semua balap. Perilaku, ucapan dan tindak tanduknya juga yang membawa dirinya dikenang.

Baca : Ikut Uji Keselamatan di Australia, GWM Tank 500 Dapat Hasil Ini

Dokter Hery Agung selalu berbicara dan bertindak sangat sopan kepada siapapun. Baik kepada yang jauh lebih muda dan tentu kepada yang sudah senior darinya.

Dirinya juga selalu tersenyum kepada siapapun, bahkan kepada yang baru dikenalnya.

Selamat jalan legenda balap Indonesia. Damai bersama dan di sisi Nya.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler