Kemudi.id – JDM Funday akan kembali diselenggarakan di sirkuit Pertamina Mandalika, Kuta, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) (25-27/7/2025). Ini akan jadi event yang serius tapi juga santai. Penuh keakraban, fun tapi juga kompetitif sesama penikmat kecepatan, mobil dan sirkuit.
Asoy Geboy Productions tentu bersama Mandalia Grand Prix Association (MGPA) akan menghadirkan acara khas Jepang tersebut.
JDM Funday tersebut menjadi ajang kumpul-kumpul pada pencinta mobil-mobil JDM (Japan Domestic Market). Di sana tentu saja akan hadir mobil-mobil sport legendaris yang sangat jarang terlihat kalau tidak ada event.
Seperti Nissan GT-R, Toyota Supra, Mitsubishi Evolution, Subaru WRX, bahkan juga Nissan NSX dan lainnya. Tapi tentu saja tetap terbuka bagi mobil-mobil JDM non-sport.
Tentu dalam kongkow JDM tersebut diisi juga dengan berbagai aktivitas. Karena berada di sirkuit, tentu enggak jauh-jauh dari kompetisi di sirkuit.
Dalam acara tersebut akan ada juga balap Time Attack. Ini format balap yang sangat berbeda dengan balap ‘konvensional’.
“Jadi bukan balapan head to head, tapi pembalap dilepas satu per satu. Mereka akan adu cepat mencatatkan waktu terbaiknya,” jelas Yahya Adi Nugroho, Direktur Utama Asoy Geboy Productions, sekaligus founder Max Motorsport.
- Pabrik Truk dan Bus Mercedes-Benz Pindah ke Cikarang, Nilai Investasi Rp500 Miliar, Segini Produksi Tiap Tahunnya
- Penjualan Suzuki Bulan Mei Meningkat 11%, Produk Lokal Dominasi 81%, Ini 4 Besarnya
Nah, di Time Attack ini, bukan hanya mobil Jepang saja yang bisa ikut. Tapi all brand bisa tanding di sana. Bahkan mobil khusus balap sekalipun seperti Radical dipersilakan ikut.
Yahya beserta tim nantinya akan mengelompokkan berdasar kapasitas mesin dan juga waktu tempuh. Sehingga semua menjadi lebih fair lagi.
Berdasar itu juga, mobil-mobil standar dipersilakan ikut. Namun juga tetap ada kelas untuk mobil-mobil modifikasi, bahkan yang dibangun khusus untuk Time Attack. Sehingga ramah untuk pembalap pemula dan juga profesional.
Mengenai balapnya sendiri, para peserta diberikan 3 kali memutar sirkuit. Lap 1 dipakai pemanasan, lap 2 disebut Hot Laps yang sudah pencatatan waktu sampai garis finish, lap 3 untuk pendinginan. Titik kunci penting ada di lap 2 tersebut.

Nantinya mobil akan dilepas satu per satu dengan adanya interval waktu. Format ini sangat aman bahkan bagi peserta yang baru pertama kali masuk sirkuit sekalipun.
JDM Funday di sirkuit Mandalika ini bukan sekedar balap saja, tapi juga jadi ajang persaudaraan, antusiasme dan passion terhadap dunia otomotif. Dengan pendekatan inklusif, event ini terbukti bisa menggabungkan hiburan, komunitas dan sekaligus kompetisi dalam satu paket yang menarik.
“Intinya, siapa pun yang punya mobil JDM, baik standar maupun full modifikasi punya kesempatan yang sama untuk menjajal Mandalika,”
“Karena semua orang bisa punya mimpi jadi pembalap, dan di sinilah tempat mereka bisa mewujudkannya,” ungkap Yahya.

Event ini tentu mendapat sambutan hangat dari MGPA.
“JDM Funday ini menunjukkan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya untuk balap profesional seperti MotoGP atau WorldSBK, tetapi juga rumah bagi penggiat otomotif dari komunitas lokal maupun nasional,”
Kami di MGPA sangat mendukung event seperti ini karena membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan atmosfer balapan di sirkuit kelas dunia,” jelas Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA.
Hampir dapat dipastikan event tahun ini akan jauh lebih padat peserta dari tahun lalu yang dihadiri lebih 85 mobil di Time Attack dengan 92 pembalap.
Jangan lupa, tanggal 26-27 Juli 2025 di sirkuit Mandalika.
