Kemudi.id – Dakar Rally 2026 masih sama sangarnya jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Julian Johan yang juga konten kreator, offroader serta penggiat 4×4 tersebut turut menjadi pesertanya.
Jeje, demikian biasa disapa sangat bersyukur saat 2023 silam sempat bertandang ke event tersebut meski hanya sebagai penonton saja.
“Itu jadi kesempatan emas untuk saya. Karena bertemu banyak orang, para peserta, tim dan lainnya jadi saya tanya sangat banyak hal tentang event ini,”
“Sampai ke persiapan-persiapannya, apa saja yang harus dilakukan, semua saya tanya. Awal datang masih belum ada terpikir mau ikut, tapi pas sudah pulang ada niat dan keinginan besar untuk ikut,” jelas pria ber-nick name Jejelogy ini.
Waktu terus bergulir. Secara paralel dengan aktivitas menyiapkan keikutsertaan di AXCR 2024, dirinya terus menabung informasi mengenai Dakar Rally. Serta terus berusaha untuk mewujudkannya.
Sementara itu mengenai persiapan untuk Dakar Rally 2026 ini sebenarnya baru dimulai pada Februari 2025 silam.
“Pas persiapan itu sebenarnya menarik juga. Kita lakukan persiapan dan umumkan untuk ikut Dakar Rally 2026. Padahal saat itu belum terbayang untuk pengajuan sponsornya. Pokoknya daftar saja dulu,”
“Setelah daftar, paralel kita siapkan yang lain, termasuk untuk sponsorhip keikutsertaan kita,” jelasnya kepada redaksi Kemudi.id melalui sambungan telepon.
Jeje yang dalam lomba didampingi navigator Mathieu Monplaisi asal Prancis ini menuturkan dalam semua hal persiapan, yang paling sulit adalah latihan. Wajar saja karena Dakar Rally 2026 berlangsung di Saudi yang mayoritas gurun pasir.
Untuk penyesuaian dan menemukan ritme memang susah dicapai. Hal itu diatasi dengan menggelar latihan di Gunungkidul, Jogja yang memang banyak kawasan seperti gurun.

Latihan persiapan berlanjut di Maroko. Lokasi ini dipilih karena para peserta lain juga berlatih di sini. Serta juga atas rekomendasi dari bengkel tempat Jeje menyewa mobil.
Sementara itu, dalam lomba ini kelas Classic Dakar menjadi pilihannya. Memang bukan kelas terlalu utama, tapi ini pilihan yang sangat pas. Penyebabnya jelas, karena anak tertua dari 3 bersaudara ini baru pertama ikut.
“Di kelas ini bukan hanya tentang balap cepat-cepatan, tapi juga ketepatan waktu. Sama seperti time rally,” tambahnya.
Mengenai kuda pacu yang dipakai yakni Toyota Land Cruiser 100 keluaran 2002. Sesuai dengan syarat tahun keluaran mobil di kelas, yang dipatok paling muda keluaran 2005. Nama mobilnya Desertwolf.
Target?Â
Disebutkan kalau tersebut tidaklah terlalu muluk-muluk.
“Sudah bisa ikut dan start juga jadi target. Tapi kalau saat lomba, target saya cukup sampai finish saja,”
“Karena ini pengalaman pertama. Nyupir balap dengan total 8.000 kilometer juga enggak gampang. Pasti sangat banyak hal-hal baru dan menantang yang bisa didapat,” ulas Jeje lagi.
Sukses sampai finish.
