Kemudi.id – Kemunculan Toyota Kijang Innova sempat membuat konsumen Indonesia berkomentar. Baik karena ketangguhan dan iritnya konsumsi yang versi diesel, dan juga berdecak karena borosnya konsumsi yang versi bensin.
Mendengar keluhan-keluhan tersebut, akhirnya PT Toyota Astra Motor (TAM) mengeluarkan versi hybrid beberapa waktu lalu. Ini juga sebagai pathway elektrifikasi Toyota di Indonesia. Sebelum infrastruktur benar-benar siap, mobil hybrid masih menjadi pilihan yang pas.
Redaksi Kemudi.id telah selesai melakukan tes pada unit Toyota Kijang Innova Zenix 2.0 Q HEV CVT TSS Modelista keluaran 2022 dengan odometer sudah mencatat perjalanan sejauh 26 ribu kilometer.
Interior
Masuk kabin, posisi duduk langsung disetel sesuai kebutuhan. Meski masih manual, tapi pengaturan jok dan kemudi yang sudah tilt dan teleskopik tersebut sangat mudah.
Semua panel dan tombol yang ada juga sangat mudah dijangkau dalam posisi duduk. Ini penting supaya tetap aman ketika berkendara.
Seperti juga Toyota terkini lainnya, di unit yang kami coba ini, tuas lampu tidak ada tulisan ‘OFF’. Default posisi tuas lampu ada di ‘AUTO’. Artinya, lampu akan otomatis hidup jika sensor mendeteksi gelap.

Penempatan tuas transmisi juga cukup menarik. Konsolnya memang besar, karena terdapat beberapa fitur lainnya. Seperti EV Mode, parking brake dan lainnya.
Di bawah tuas transmisi ada port untuk pengisian daya gadget. Sayangnya, port untuk Type C. Namun tak usah khawatir, karena ada port lighter yang bisa dimanfaatkan untuk pengisian daya juga.
Sementara itu, penumpang baris ke-2 justru lebih dimanjakan. Mengandalkan model captain seat yang memberi kenyamanan bagi penumpang.
Menariknya, pengaturan jok baris ke-2 justru sistem elektrik. Baik untuk sandaraannya dan juga penopang kaki.

Yup benar, penopang kaki. Jadi di tipe Q ini ada penopang untuk betis dan lainnya supaya penumpang lebih rileks lagi.
Di captain seat kanan, ada meja yang bisa dilipat. Terdapat 2 cup holder supaya gelas minuman enggak perlu dipegang terus.
‘Gate’ antar captain seat memudahkan akses penumpang untuk ke bangku baris ke-3 yang juga tetap nyaman diduduki.

Guna memudahkan penumpang baris belakang dan tidak ganggu penumpang lainnya, ada juga port lighter yang bisa untuk mengisi daya gadget.
Kemudian, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid tipe Q ini juga sudah dilengkapi dengan sunroof dan juga panoramic roof. Ketika dibuka penutupnya, ruang kabin seakan lebih lega karena cerah.
Tapi enaknya dibuka saat malam saja. Karena kalau siang, panas juga.

Eksterior
Dibanding interior, eksterior sebenarnya enggak terlalu banyak yang bisa diceritakan. Selain dengan desain yang terlihat kokoh karena lekuk bodinya.
Jika dilihat dari samping, bodi mobil terkesan tebal, dari mulai kaca hingga ke bagian bawah bodi.
Sementara itu, lampu-lampu yang dipakai juga sudah mengandalkan LED. Sehingga untuk penerangannya enggak perlu khawatir.

Sayangnya, ketika redaksi mencoba foglamp-nya, agak kurang menambah terang. Ada baiknya Toyota lebih memikirkan hal ini.
Sama seperti pengguna Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid lainnya, redaksi juga menganggap roda yang terpasang agak terlalu kecil. Padahal sudah berukuran 18 inci. Mungkin saja karena dimensi ruang fendernya yang terlalu besar.
Mesin
Berkapasitas 2.000 cc, mesin yang dipakai sama seperti All New Voxy. Pakai M20A, direct injection, port injection D-4S System. Mesin ini menggunakan 8 injektor meski tidak bekerja bersama-sama sekaligus.

Perpaduan dengan motor hybridnya, menghasilkan tenaga sebesar 186 hp saat putaran mesin 6000 rpm.
Tapi bukan mengenai besaran tenaga yang membuat redaksi terkesan. Namun justru kepada konsumsi bahan bakar dan juga akselerasi yang dihasilkan.
Saat melakukan perjalanan ke luar kota Jakarta, melaju di tanjakan-tanjakan benar-benar memberi tenaga yang baik. Tinggal tekan gas sedikit, mobil dengan transmisi CVT 6 percepatan ini mudah saja untuk ngacir.

Bersamaan dengan itu juga, kami mencoba 3 Drive Mode yang ada, ECO, Normal dan Sport. Saat pindah ke sport, mudah saja meliuk-liuk di kemacetan. Tanpa takut kehilangan tenaga yang bisa membuat pengendara lain kagok.
Namun, ketika jalanan lancar, kami lebih senang pakai ECO. Menikmati kenyamanan bantingan suspensi mobil, juga dengan mengaktifkan fitur Adaptive Cruise Control (ACC) yang ada. Karena bisa menyesuaikan kecepatan dengan kendaraan di depan.
Pada mobil dengan harga Rp630.600.000 (on the road Jakarta) ini juga sudah dilengkapi dengan Toyota Safety Sense.

Beragam fitur untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara dan juga penumpang selama berkendaran.
Pelajaran yang sangat penting, penumpang belakang sekalipun harus pakai safety belt. Terjadi pada istri dan anak saya. Karena tidak pakai safety belt, mereka terantuk monitor yang ada di jok baris ke-2.
Hal ini terjadi karena saat mobil bergerak, tiba-tiba ada motor yang memotong jalan tepat di depan. Karena ada fitur Toyota Safety Sense tersebut, mobil langsung mengerem mendadak, supaya tidak menabrak motor.
Wah bahaya dong kalau begitu.
Justru tidak, dan itu justru menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya pakai safety belt, meski untuk penumpang belakang sekalipun.
O iya, ini yang ditunggu, konsumsi bahan bakarnya. Setelah melakukan perjalanan lebih dari 1.000 kilometer, kami mencatat 1 liter bahan bakar RON 92, bisa menempuh hingga 20,0 kilometer untuk luar kota.
Sedangkan untuk dalam kotanya, 1 liter untuk 15 kilometer.
Data spesifikasi
Mesin : M20A-FXS, 4 silinder, 16 klep, DOHC, Hybrid
Tenaga : 186 ps/6.000 rpm
Kompresi : 14,0:1
Sistem bahan bakar : Direct injection, port injection D-4S System
Tangki : 52 liter
Dimensi
Panjang : 4.755 mm
Lebar : 1.850 mm
Tinggi : 1.795 mm
Ground clearance : 185 mm
Wheelbase : 2.850 mm
Konsumsi bahan bakar
Luar kota : 1:20,5
Dalam kota : 1:15
