Kemudi.id – Bosch menjadi salah satu merek yang sangat terkenal di bidang otomotif. Wiper menjadi salah satu produknya yang mendapat sambutan baik konsumen di pasar Indonesia.
Saat hujan turun, banyak pengemudi lebih fokus pada kondisi jalan yang licin. Ada satu hal penting yang kerap dilewatkan, visibilitas atau kemampuan melihat kondisi di sekitar kendaraan dengan jelas. Ini semua harus dijawab dengan kemampuan wiper yang sangat baik.
Kaca depan yang tertutup air hujan, embun, atau kotoran dapat mengurangi pandangan pengemudi dalam membaca situasi di jalan.
Mulai kendaraan di depan, marka jalan, hingga keberadaan pengguna jalan lain bisa menjadi lebih sulit terlihat. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap kecepatan pengemudi dalam mengambil keputusan saat berkendara.
Dalam diskusi yang digelar Bosch untuk memperingati 100 tahun inovasi teknologi wiper di Jakarta, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa keselamatan harus dijaga sepanjang usia kendaraan.
Kendaraan yang laik jalan, pengemudi yang kompeten, serta infrastruktur yang mendukung menjadi tiga faktor utama yang saling berkaitan dalam menciptakan keamanan di jalan raya.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa sebagian besar keputusan pengemudi didasarkan pada informasi visual yang diterima saat berkendara.
“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” ujarnya.
Menurut Yannes, risiko kecelakaan dapat meningkat saat hujan. Air yang menempel di kaca depan, kabut, maupun sapuan wiper yang tidak optimal membuat objek di jalan lebih lambat terdeteksi. Akibatnya, waktu reaksi pengemudi menjadi semakin terbatas.
Karena itu, kondisi wiper tidak boleh dianggap sepele. Komponen ini memiliki tugas penting menjaga area pandang tetap bersih ketika cuaca buruk. Sayangnya, banyak pemilik kendaraan baru menyadari performa wiper menurun ketika musim hujan tiba.
Griselda Iwandi, Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket menyebut bahwa wiper perlu diperiksa kondisinya. Ada beberapa tanda positif kalau wiper sudah wajib diganti. Seperti usia pakai yang sudah lama, kemudian masih menyisakan air di kaca ketika dipakai.
Tanda lainnya, sudah mulai ada bunyi ketika wiper beroperasi. Pergerakkan yang tidak lancar, juga bunyi lainnya di kaca.
“Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” kata Griselda.

Bosch sendiri menandai 100 tahun teknologi wiper pada 2026. Selain menghadirkan edukasi keselamatan berkendara, perusahaan juga menyalurkan bantuan wiper untuk kendaraan ambulans melalui program ‘Care for Sight’. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan kendaraan yang memiliki peran penting dalam situasi darurat.
Pada akhirnya, menjaga visibilitas bukan sekadar mengganti karet wiper. Kebiasaan memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian menjadi bagian penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih aman, terutama saat musim hujan.
