Kemudi.id – Performa pembalap MotoGP tidak hanya ditentukan saat berada di lintasan. Ada proses panjang di baliknya, mulai menjaga kebugaran fisik, mengevaluasi hasil balapan, hingga berdiskusi dengan tim teknis untuk menemukan seting motor terbaik.
Hal itu menjadi bagian dari rutinitas Luca Marini, pembalap Honda HRC Castrol MotoGP Team. Melalui program Inside the Racing Line, Castrol mengajak penggemar melihat lebih dekat persiapan pembalap dan tim di balik kompetisi MotoGP.
Mengendarai motor MotoGP menuntut kondisi fisik yang prima. Perkembangan teknologi motor juga membuat pembalap harus menghadapi tuntutan fisik yang semakin besar.
“Satu hal yang mungkin banyak orang tidak sadari adalah bagaimana rider motor MotoGP membutuhkan kesiapan fisik yang tinggi,”
“Seiring perkembangan motor, tuntutan fisik dalam mengendalikannya juga semakin besar, sehingga persiapan tubuh menjadi bagian penting untuk dapat berkompetisi dengan maksimal,” ujar Luca Marini.
Di luar lintasan, Marini memiliki sejumlah aktivitas untuk mengisi waktu luang. Ia menyukai anime One Piece, bermain video game, dan surfing.
Namun, menjaga keseimbangan antara aktivitas pribadi dan pekerjaan tetap menjadi bagian penting dari rutinitasnya sebagai pembalap profesional.
Setelah balapan, Marini biasanya mengambil waktu istirahat pada Senin dan Selasa. Pada saat bersamaan, tim engineer menganalisis data untuk mengevaluasi performa motor.
Marini kemudian kembali berdiskusi dengan tim pada Rabu. Mereka membahas hasil balapan, mengevaluasi setelan motor, dan menentukan langkah untuk menghadapi seri berikutnya.
Di Honda Racing Corporation (HRC), evaluasi dilakukan dengan menggabungkan data teknis dan masukan langsung dari pembalap.
Karakter motor saat pengereman, memasuki tikungan, hingga berakselerasi menjadi bagian dari analisis. Informasi tersebut membantu engineer menentukan penyesuaian setelan motor yang akan diuji pada sesi berikutnya.
Kolaborasi teknis juga menjadi bagian penting dari kerja sama HRC dengan Castrol.
Harry Lloyd, Head of Marketing and Communications HRC, mengatakan kolaborasi riset dan pengembangan kedua pihak telah memberikan kemajuan dalam pengembangan teknologi motor.
“Dalam periode awal kemitraan, kolaborasi riset dan pengembangan bersama Castrol telah membantu kami mencapai kemajuan signifikan, termasuk dalam pengembangan produk yang mendukung peningkatan output tenaga motor,”
“Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi teknis dalam menjawab tuntutan performa di MotoGP,” kata Lloyd.
Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk menghadapi perubahan regulasi teknis. Dengan begitu, tim dapat mempersiapkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kompetisi pada masa mendatang.
Sebagai sponsor utama sekaligus mitra teknis Honda HRC Castrol MotoGP Team, Castrol mendukung tim melalui pelumas, bahan bakar, dan keahlian teknis.
Lingkungan balap menjadi tempat untuk menguji dan mengevaluasi teknologi dalam kondisi yang menuntut presisi serta konsistensi tinggi.
Pengalaman tersebut juga menjadi masukan bagi pengembangan produk Castrol untuk penggunaan sehari-hari.
Meski kebutuhan motor balap berbeda dengan kendaraan jalan raya, pengalaman dari lintasan dapat membantu perusahaan memahami tantangan teknis dan mengembangkan solusi yang sesuai bagi konsumen.
“Kita biasanya melihat MotoGP dari apa yang terjadi pada hari balapan: keseruannya, akselerasi, hingga aksi salip-menyalip,”
“Melalui Inside the Racing Line, kami ingin mengajak penggemar melihat lebih jauh dan memahami proses di balik semua itu, termasuk bagaimana teknologi, kerja sama, dan persiapan berperan dalam menghasilkan performa di lintasan,” ujar Amanda Parikesit, Head of Marketing Castrol Indonesia.
Melalui program ini, Castrol menyoroti bahwa performa di MotoGP bukan semata-mata soal kecepatan pembalap.
Persiapan fisik, analisis data, kerja sama tim, dan pengembangan teknologi turut menentukan hasil di lintasan.
