Tuesday, November 3, 2026
HomeHeadlineCoba Honda Prelude Terbaru, Rasakan Fitur S+ Shift dan Handlingnya

Coba Honda Prelude Terbaru, Rasakan Fitur S+ Shift dan Handlingnya

Kemudi.id – Honda Prelude pertama dilahirkan pada 1978 silam. Sport compact car tersebut terus diproduksi hingga generasi ke-5 pada 2001 silam. Selanjutnya generasi ke-6 muncul pada 2025 lalu di Jepang.

PT Honda Prospect Motor (HPM) tak mau kehilangan moment, dan tahu benar jika Honda Prelude ini ada penggemarnya.

Sebab itu, untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia jadi negara pertama yang melakukan launching di Januari 2026.

Di tengah-tengah antrian yang cukup panjang, HPM menggelar acara Honda Technology Workshop Indonesia, yang salah satu agendanya mencoba langsung Honda Prelude terbaru tersebut.

Menggunakan lintasan di Indonesia Safety Driving Center yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang, sedikit menggambarkan performa mobil tersebut.

Lintasannya, trek lurus cukup mendominasi dan panjang-panjang. Kemudian juga ada chicane dan putar balik. Keduanya untuk merasakan gerakan mobil.

Di sini Honda ingin menunjukkan performa dari Honda Prelude tersebut. Ada tombol S+ yang ditempatkan dekat dengan tombol transmisi dan tuas Drive Mode.

Cara mengaktifkannya sangat mudah. Tinggal tekan saja tombolnya.

“Dengan tombol ini, maka akan memberi sensasi perpindahan gigi layaknya mobil dengan transmisi manual,”

Tombol S+ di Honda Prelude.. Tinggal tekan untuk hadirkan kesenangan berkendara (foto : toncil)

“Jadi pengendara lebih bisa merasakan hentakan tenaganya,” ucap Ferdianto Budiono, Sales & Marketing Division Head PT HPM.

Kemudian langsung terdengar juga suara menderu ketika pedal gas diinjak. Membuatnya seperti mobil balap berakselerasi.

Enaknya lagi, pengaturan 8 gigi transmisi simulasi bisa dilakukan lewat paddle shift. Sehingga memberi efek seperti mobil balap.

 

Lalu bagaimana jika fitur S+ tersebut dimatikan?

Hal yang paling terasa yakni sentakan tenaganya. Saat dimatikan, tenaga keluar dengan halus. Juga tidak terasa sentakannya.

Ini sangat pas jika dipakai sehari-hari, tapi tetap ingin mengendarai mobil sport.

Selain itu, suara deru juga tak terdengar. Halus dan senyap di kabin.

Semua itu sangat terasa ketika redaksi Kemudi.id mencobanya secara langsung.

Selain itu, Honda juga seperti ingin membuktikan kalau Prelude ini punya handling yang baik.

Begini interior Honda Prelude. Semua serba tombol (foto : ND)

Hal tersebut terbukti ketika manuver di lintasan yang licin berdebu dan kerikil.

Pantat mobil dengan kode bodi BF1 ini sempat bergeser saat belok tajam.

Koreksi dilakukan pada lingkar kemudi. Sedikit saja, mobil sudah lurus kembali.

“Honda Prelude ini memang punya handling yang baik dan juga presisi. Sehingga arah mobil akan lebih mudah diprediksi oleh pengendara,” ucap Ferdi, sapaannya.

Hal ini bukan saja karena sistem setir dan suspensi yang dipakai, namun justru dari dimensi mobil.

“Honda Prelude ini punya wheelbase yang tidak terlalu panjang, dan juga jarak roda yang cukup lebar. Sehingga menghasilkan pengendalian yang presisi dan mobil tidak terlalu goyang,” ucap Alvin Bahar, Direktur tim Honda Racing Indonesia yang menjadi mentor bagi para jurnalis ketika mencoba.

Sementara itu, Honda Prelude terbaru ini menggunakan mesin LFC-H4, 2.000 cc dengan hybrid.

Honda Prelude generasi ke-6 punya wheelbase yang tak terlalu panjang dengan lebar yang pas. Membuatnya minim body roll (foto : toncil)

Mesin 2.000 cc-nya menghasilkan tenaga mencapai 139 hp, kemudian motor listriknya 181 hp. Jika kombinasi keduanya menghasilkan tenaga 200 hp.

Honda Prelude pertama berbodi liftback ini menggunakan transmisi Single Speed Direct Drive. Menciptakan pergerakan mobil yang halus,

Sementara itu, untuk baterai lithiumnya berkapasitas 72-Ah lithium-ion.

TERKAIT
- Advertisment -

Terpopuler