Kemudi.id – Lala Tangkudung menemukan ‘cintanya’ sprint rally di tahun ini. Wanita ini berhasil meraih juara nasional sprint rally 2026 untuk kategori Wanita.
Berawal dari keikutsertaannya di sprint rally pada pertengahan 2023, setiap tahun diikutinya dengan baik.
Namun, baru tahun 2026 ini dirinya ikut seluruh rangkaian kejuaraan nasional sprint rally.
Menggunakan Mitsubishi Colt (tapi bukan yang kendaraan niaga, red), juara nasional ini berawal di putaran 1.
“Kita sengaja berangkat ke putaran 1 tapi tetap tanpa target yang muluk-muluk. Hanya ingin saja untuk berangkat,”
“Tapi ternyata di sana saya meraih juara 1 untuk kelas Wanita. Langsung berpikir, ternyata bisa juga naik podium,” ucap Lala.
Setelah itu, dilanjutkan dengan putaran 2 yang berlangsung di sirkuit POJ City, Semarang, Jateng. Di putaran ini, dirinya kembali berhasil naik podium dengan posisi 2.
Tabungan poin semakin banyak. Sehingga sayang jika tidak dilanjutkan.
Meski demikian, dirinya belum juga punya niat untuk mengejar gelar juara nasional kategori Wanita tersebut. Baginya, terpenting ada terus balap.
Berbekal poin tersebut, Lala akhirnya memutuskan untuk kembali berangkat menyongsong putaran 3 yang berlangsung Pasuruan.

Apes, karena keganasan trek, pada hari Sabtu dirinya tak bisa menyelesaikan lomba. Di sini mentalnya sudah mulai turun dan sedikit pasrah.
“Gue berpikirnya, ya sudah memang hanya dikasih 2 putaran saja untuk bisa meraih poin. Tapi ternyata tim mekanik bilang kalau perbaikan bisa selesai dan Minggu bisa gas lagi,” lengkap wanita ramah dan mudah tertawa ini.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian balap tersebut, ternyata masih bisa berdiri di posisi 4 dan lagi-lagi merengkuh point.
Sempat kapok dengan lintasan Pasuruan, Lala berniat menyudahi ‘peperangannya’ dan melewatkan putaran 4 yang berlangsung di Batang, Jateng.
Namun karena dorongan dari suami, navigator dan saudaranya, serta meyakinkan kalau lintasan tidak masalah, membuat Lala memutuskan untuk terus balap.
Ternyata lintasan di Batang lebih parah dibanding Pasuruan. Batu-batuan besar serta debu tebal menjadi musuh semua peserta.

Meski menyisakan 1 putaran akhir (putaran 5) namun belum membuat Lala berhasrat meraih gelar juara nasional tersebut.
“Kita berangkat bukan untuk mengejar gelar juara nasional itu, tapi lebih karena poin yang sudah banyak saja dan sayang kalau harus berhenti,”
“Bahkan gue sendiri bilang ke navigator, posisi 2 juara nasional enggak masalah juga kali ya,” kekehnya di ujung saluran telepon.
Datang tanpa beban mengejar gelar juara nasional justru membuat dirinya bisa tampil maksimal. Torehan waktunya sangat bagus untuk di kelas Wanita.
Hingga akhirnya menjadi finisher di posisi 2 kelas Wanita. Cukup untuk menobatkan dirinya menjadi juara nasional kategori Wanita.
“Tentu sangat senang. Karena memang benar-benar enggak ngejar dan sama sekali enggak berambisi juga,”
“Seperti yang pernah dibilang, ikut sprint rally ini karena seru banget. Jadi saat meraih juara nasional tentu mengejutkan dan sangat senang,” jelas wanita berusia 48 tahun tersebut.

Selain di lintasan, Lala Tangkudung juga merupakan penyiar radio serta penyelam profesional.
Menariknya, ketika hari Minggu tersebut, Norman Syam sang navigator juga sedang berulang tahun.
“Jadi kado besar banget untuk dia. Hahahahaha,” tutupnya.
