Kemudi.id – MG Indonesia telah memperkenalkan produk terbarunya, MGS5 EV beberapa waktu lalu. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman harga saat gelaran IIMS 2026 silam.
MGS5 EV merupakan SUV listrik terbaru dari MG Indonesia. Dengan konsep 5 penumpang khas SUV, MGS5 EV ini rakitan atau CKD di Cikarang, Jawa Barat.
Untuk memberikan impresi nyata terhadap mobil dengan tagline ‘Because Everyone Matters’ ini MG Indonesia melaksanakan Media Test Drive (5-6/5/2026).
Ada 2 trim yang dijual oleh MG Indonesia. Ada trim Magnify yang dipakai dalam test drive ini dan 1 lagi, yang merupakan entry level di trim Ignite.
Perjalanannya memang tidak jauh, hanya ke Bandung via Subang dan Tangkuban Parahu saja. Namun, menurut redaksi pemilihan rute dan tempat break-nya sangat pas. Jurnalis jadi bisa lebih ‘terbuka’ mengenai mobil ini.
Berangkat dari dealer MG di Cibubur menuju perhentian pertama di Meikarta, Kemudi.id berada di jok kiri depan. Dalam perjalanan ini, layaknya mobil baru kebanyakan, belum terasa apa-apa.
Melibas jalan tol yang sesekali ada seperti gunungan, bantingan suspensinya masih sangat baik. Mengayun empuk, namun tidak membuat penumpang seperti di kapal.
Sambungan-sambungan jalan memang masih sangat terasa, tapi bisa diredam dengan baik.
Namun, seorang rekan yang duduk di bangku belakang menyebut kalau bantingan bagian belakang terasa keras untuk mobil sekelasnya.
Kenyamanan bantingan suspensi depan, ternyata berubah drastis ketika di Meikarta. Hal ini terefleksi saat mencoba di speed bump dan test agility mobil. Terlebih lagi ketika kecepatannya tanggung.
Cukup mengejutkan lagi ketika melintas di jalan off-road ketika menuju perhentian berikutnya di kawasan Jayagiri, Lembang.
Saat itu, kami masuk ke kawasan yang penuh dengan akar, batuan lepas serta licin, bahkan juga konblok yang penempatannya tak beraturan.
Level permukaan jalan yang tidak rata dan kasar menjadi ajang untuk mengetahui kemampuan suspensi sesungguhnya.
Seperti yang disebut, ternyata redaman suspensinya enggak seperti di Meikarta. Dengan jalan off-road tersebut, redamannya justru sangat baik. Tidak terasa keras seperti saat di Meikarta.

Pengendara dan penumpang di dalam jadi tidak terlalu bergoyang saat melibas rentetan akar dan batuan.
Bisa jadi karena redaman juga terbantu oleh akar itu sendiri atau tanah. Bisa jadi karena aspal tidak memberi ‘feedback’ redaman suspensi dengan baik, sehingga terasa keras.
Mungkin ada baiknya tim MG Indonesia kembali melakukan setup suspensi untuk penggunaan harian dan aspal. Karena dipastikan mobil SUV ini lebih banyak dipakai aktivitas di atas aspal.
Untuk memberi kenyamanan bagi semua anggota keluarga ketika bepergian bersama. Sesuai dengan target pasarnya, MGS5 EV ini untuk keluarga yang mengutamakan kenyamanan untuk sang ayah (pengendara), ibu (yang butuh ketenangan) serta anak (yang butuh infotainment dan ruang lega).
Handling dan performa juga mengagumkan.
Saat di jalan tol menuju Jayagiri tersebut, cukup jalan santai saja, menikmati kabin mobil yang sudah dilengkapi panoramic sunroof tersebut.
Tapi jujur, masih agak kagok dengan posisi tuas lampu dan wiper yang terbalik dengan mobil-mobil Jepang.
Memanfaatkan cruising di tol, sekaligus ‘ngoprek’ layar tengah yang berukuran 10,25 inci. Cukup besar sehingga semua informasi mudah terbaca.
Keluar tol, saatnya mencoba secara langsung keandalan mobil yang mengusung tema ‘Because Everyone Matters’ tersebut.
Melintas di jalan Subang melewati Ciater dan Tangkuban Parahu dipenuhi dengan tikungan dan tanjakan-tanjakan terjal.

Masih ditambah dengan kondisi lalu lintas yang tidak bisa dibilang sepi. Membuat berkemudi menjadi lebih menantang.
Di sini tergambar jelas handing MGS5 EV ketika di tikungan. Presisi dan tidak ada delay menjadikan berkemudi lebih menyenangkan. Tikungan-tikungan bisa diprediksi tanpa kekurangan atau kelebihan memutar lingkar setir.
Hal serupa juga berlaku ketika melibas tikungan dalam kecepatan agak tinggi. Selain itu, tidak terasa adanya body roll atau membuat pantat mobil bergeser.
Kemudian ketika butuh tenaga untuj menyusul kendaraan di depan, tinggal injak pedal gas dalam-dalam, torsi instant mobil sangat terasa. Mobil bisa langsung melejit.
Posisi duduk pengemudi juga baik. Dengan setelan secara elektrik, mudah mendapatkan posisi yang sesuai.
Konsumsi baterainya boleh menjadi perhitungan. Saat berangkat, baterai 95 persen dan saat finish 42 persen
Dengan kondisi penggunaan mobil sangat normal. Artinya tidak dibikin irit, bahkan mobil yang kami pakai cenderung lebih banyak akselerasi dadakan yang membuat baterai lebih cepat terkuras.

Sementara itu, Jimmy Zhang, Senior Vice President MG Motor Indonesia.menyambut gembira masukan dari para peserta terhadap produknya tersebut.
“Kita sangat butuh masukan dari pihak luar. Saat ini teman-teman media mencoba dan pasti ada masukan. Kita terima untuk dianalisa secara internal,” ucap Jimmy kepada redaksi saat makan siang bersama.
MGS5 EV yang sudah ada fitur V2L ini hadir dalam 2 trim dengan harga dan jarak tempuh berbeda. Magnify berharga Rp 355,900,000 dengan jarak tempuh 410 kilometer.
Untuk Ignite berharga Rp 333.900.000 dengan jarak tempuh 415 kilometer.
