Penulis : EBF
Kemudi.id – Balap semerek atau one make race (OMR) Toyota Agya baru digelar beberapa beberapa waktu lalu di sirkuit Mandalika, NTB.
Event ini bersamaan dengan GT World Asia Challenge (GTWCA) 2025 putaran 3 dan 4 yang berlangsung di sirkuit Mandalika dan OMR Agya menjadi supporting race yang berhasil melepas 8 starter.
Pihak Toyota menyatakan ketertarikan untuk menggelar OMR Agya lagi di semester kedua 2025. Hanya saja belum bisa diprediksi akan digelar berapa seri dalam setahun.
“Ini karena kami harus ikut dengan balapan besar yang ada di Mandalika sebagai supporting race terlebih dahulu. Memang ada harapan untuk digelar dengan jadwal ISSOM, juga karena lokasinya lebih mudah dijangkau,” kata Anton Jimmy Suwandi, CEO Auto2000.
“Namun karena ada kabar sirkuit Sentul akan direnovasi, jadi kita targetkan semuanya akan digelar di Mandalika. Semoga bulan Juli sudah bisa terlaksana,” sambungnya.
Jika digelar bersamaan dengan event balap mobil di sirkuit Mandalika, maka yang terdekat adalah Mandalika Festival Of Speed atau MFOS.
Toyota New Agya Ada Yang Pakai Lambang Burung Garuda dan Toyota, Ternyata Ini Beda Keduanya
Ajang ini akan berlangsung pada bulan Juli yang menggelar beberapa balapan. Seperti OMR Subaru BRZ, Porsche Challenge, juga termasuk Kejurnas ITCR 1200, 1500 & 3600 yang digelar di Mandalika untuk pertama kalinya.
Pun dengan OMR Agya yang juga akan membuka kompetisi balap semerek ini untuk kedua kalinya tahun ini.
Sementara itu, sudah cukup banyak yang mulai bertanya-tanya mengenai OMR Toyota Agya ini. Bahkan sudah ada peserta yang mengincar untuk membeli unit Toyota Agya yang sudah jadi mobil balap.
Potensi peserta menjadi ramai sangat terbuka. Ketika Kemudi.id berkunjung ke Mandalika dan bertemu dengan beberapa pembalap OMR Agya tersebut, mereka menyatakan untuk siap ikut dan bangun mobilnya.
Tambahan informasi, ketika OMR Agya di Mandalika lalu, sebanyak 6 mobil merupakan mobil milik Toyota Krida yang disewa pembalap. Kemudian 2 unit lainnya memang benar-benar milik pembalap.
“Kalau memang pasti digelar, rencana kita memang akan ikut. Tapi tergantung juga dengan Ferrari, dia mau jadi ikut atau tidak,”
“Kita lihat dulu nantinya, apakah akan tetap sewa dulu atau langsung bangun mobil. Tunggu kepastian Toyota,” ucap Budi, ayah Ferrari, pembalap asal Bandung yang masih duduk di bangku sekolah kelas 3 SMP tersebut.
