Kemudi.id – Ketika para pereli mengandalkan mobil-mobil reli spesifikasi Proto berakte ‘bule’, duet Aswin Tanuseputra dengan Heron Motorsports justru meraciknya di Indonesia.
IMI Rally Car (IRC) racikan dalam bengkel di Tanah Air tersebut tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Aswin memilih Mitsubishi Mirage sebagai ‘cangkang’ dari mobil Proto yang dibangun selama lebih dari 1 tahun tersebut.
“Sengaja pilih bodi Mirage supaya sesuai dengan mesin dan kaki-kaki, karena pakai Mitsubishi Evolution X,” ucap Aswin tentang alasan pemilihan bodi mobil.
Namun, bodi tidak dibiarkan standar. Karena kaki-kaki diganti, akhirnya jadi lebih lebar dan keluar dsri bodi mobil.
Menyiasatinya, dibikin overfender yang cukup lebar dan besar. Untuk menjadi ‘payung’ bagi ban.

Demi mengejar bobot yang enteng namun tetap sesuai regulasi, semua bodi pakai bahan karbon. Hanya body shell kabin saja yang masih pakai baja.
Menariknya, semua bodi tersebut dikerjakan di bengkel milik Aswin yang berlokasi di Surabaya, Jatim.
“Semua full kita yang bikin. Bagian dalam seperti doortrim juga pakai bahan karbon demi bobot enteng,” tambah pria ramah ini.

Sementara itu, seperti juga Proto lainnya, mesin pakai punya Mitsubishi Evolution X. Namun karena kapasitas mesinnya 2.000 menjadi terlalu besar, di luar ketentuan Proto.
Kapasitas mesin diturunkan jadi 1.600 cc supaya sesuai dengan regulasi yang ada.
Kaki-kaki juga mengandalkan punya Mitsubishi Evolution X. Untuk konstruksinya diracik ulang sehingga bisa lebih kuat. Membuat bagian kolong layaknya mobil tubular.

Berbeda dengan kebanyakan Mitsubishi Mirage, punya Aswin ini sudah 4WD. Seluruh perangkatnya pakai punya Evo X.
Demi transfer tenaga yang pas, presisi dan cepat, Aswin dan Heron sepakat menggunakan gearbox keluaran Holinger model sequential. Perpindahan gigi bisa dilakukan dengan sangat cepat.
Kalau bodi merupakan garapan bengkel milik Aswin, tapi mesin, suspensi Reiger, gearbox dikerjakan oleh Heron di bengkelnya yang terletak di Cibubur, Bekasi.

Enggak ketinggalan perangkat utama keselamatan, rollbar. Untuk yang ini lagi-lagi dikerjakan oleh bengkel milik Aswin.
“Ini juga buatan Surabaya. Kita pakai ukuran dan desain yang sesuai dengan regulasi,” tambah pereli dari tim Tanditra ini.
Mitsubishi Mirage Proto Aswin-Heron tampil perdana di kejurnas sprint rally putaran 3 di sirkiit POJ City, Semarang, Jateng (31/6-1/6/2025).

Sayangnya, hanya berhasil finish SS 1 saja, karena ada masalah teknis lain.
Menjadi pertanyaan, kenapa tidak beli Proto dari luar saja seperti yang lain.
“Justru di sini tantangannya. Saya dan Heron ingin buktikan kalau Indonesia juga bisa bikin Proto. Enggak kalah dengan versi luar negeri,”
“Mekanik-mekanik Indonesia sangat mampu untuk hal-hal seperti itu. Syukur-syukur kita bisa dapat pesanan dari luar negeri,” sebut Aswin.
