Kemudi.id – Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) memperkenalkan line up pembalapnya secara utuh saat acara media gathering Toyota (6/3/2026). Tambah 2 pembalap baru dan semakin melebarkan cakupan balapnya.
Balap yang akan diikuti masih sama seperti tahun lalu. Di slalom tetap Anjasara Wahyu, Anza Yunial, Alinka.Hardianti dan Naufal Shafwan. Menggunakan Toyota Agya.
Kemudian di sprint reli dan reli tetap dengan pasangan Ryan Nirwan/Adi Indiarto yang menggunakan Toyota GR Yaris Rally2.
AXCR masih tetap dibela oleh TB Adhi dengan menggunakan Toyota Fortuner.
Untuk 2026 ini tambah 2 yang baru GR86/BRZ Cup di Jepang serta The Super Series (TSS).
Dengan agenda balap seperti itu, pembalap rata-rata tidak berubah. Namun terjadi perubahan yang sangat besar di turing.
Mulai dari kejurnasITCR 1.200 terlebih dahulu. Musim kompetisi ini di ITCR 1.200, TGRI akan diperkuat Amato Rudolph dan Farrel.
Farrel baru berusia 15 tahun dan menjadi muka baru di TGRI. Kiprahnya di balap turing juga baru 1 kali ikut saat OMR Krida Agya di Mandalika akhir 2025.
Kok bisa baru di turing tapi sudah masuk tim TGRI?Â
Farrel cukup matang di drifting. Ketika balap di Mandalika, performanya juga sangat bagus. Sempat mencetak top speed dan start dari posisi grid depan.
“Target pribadi saya, ingin menjadi juara di Pemula 1.200 cc,” ucapnya dengan nada yang sangat halus.
Dimitri Fitra Ditama, Direktur TGRI mengaku memang sudah sejak di Mandalika memperhatikan kiprah Farrel.
“Untuk yang baru pertama ikut balap turing, dia sangat kencang. Line juga bagus. Selain itu, dia juga masih sangat muda,” ucap Fitra, panggilannya.
Farrel akan menggunakan Toyota Agya yang tadinya dipakai Jordan Johan. Bubu, demikian panggilannya mendapat tugas untuk balap GR86/BRZ Cup full series di Jepang.
Pemilihannya tidak asal-asalan, melainkan melalui berbagai yang tes yang diberikan tim.
Pemilihan balap OMR GR86 dan BRZ juga menjadi ajang TGRI untuk meningkatkan skill pembalap.
Balap lain yang akan diikuti yakni The Super Series (TSS) menggunakan Toyota GR Supra GT4 Evo2. Dengan demikian balap Japan Cup sudah tidak ikut lagi.
Dalam balap TSS, pembalapnya Haridarma Mannoppo dan juga pembalap baru, Syaukat Takuma.
“Target pribadi aku bukan ingin janji dari segi hasil. Targetnya ingin memberikan effort dan performa yang terbaik aku lalu kita lihat hasilnya seperti apa, pasti harapannya yang terbaik,” ucap anak dari pembalap Sunny TS.
Performa pembalap jangkung ini memang sangat baik. Terbiasa juga balap dengan mobil kencang dan penggerak roda belakang. Artinya pakai Toyota GR Supra tersebut hanya butuh penyesuaian sebentar.
Selain itu, Takuma juga bisa membaca data log dari mobil, yang pembalap memang sangat dituntut bisa baca data di balap tersebut.
