Penulis : EBF
Kemudi.id – Hanya jeda sepekan dari MotoGP Brazil, Veda Ega Praama harus menuju Sirkuit Austin untuk seri ketiga MotoGP Amerika Serikat (27-29/3/2026).
Selepas meraih podium pertamanya di kelas Moto3, nama Veda Ega Pratama memang melambung tinggi. Hal ini karena ia adalah pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang meraih podium di balap Grand Prix.
Usia 17 tahun memang masih sangat muda bagi Veda Ega, ia fokus menjalani balapan sejak usia sangat belia, 9 tahun. Dalam perjalanan karier balapnya, tentu saja banyak orang yang mendukung pembalap yang kini bernaung di Honda Team Asia itu.
Nama pertama tentu saja yang ia sebut adalah, Sudarmono, Ayah Veda Ega Pratama. Sebagai mantan pembalap, Sudarmono tentu saja mendukung sang anak untuk menjadi pembalap di usia yang sangat belia.
Ia menempatkan Veda di tim Honda SC Concept sekitar tahun 2019 untuk kancah Motoprix dan Honda Dream Cup.
“Ayah selalu bimbing saya jadi pembalap, padahal dia enggak ngelarang kalau saya punya cita-cita lain,” tutur Veda Ega.
“Tetapi dia selalu ada inisiatif, ngajak nonton MotoGP, ajak saya ke sirkuit, supaya saya juga ingin jadi pembalap. Setelah saya mau balapan, dia guru pertama saya,” lanjutnya.
Nama kedua adalah Rudi Hadinanta, Manajer tim Honda Trijaya dan berlanjut menjadi Astra Motor Racing Team Jogjakarta (ART Jogjakarta) yang mengajarkan Veda kedisiplinan.
Lalu ada sosok Dendy Bregonondo, mekanik dan juga helper Veda saat dia masih berkiprah di kancah Nasional dan Asia.
“Juga orang-orang di Astra Honda Racing Team (AHRT) yang mempercayakan saya balap di Asia dan memberi kesempatan melangkah jauh,” ucapnya.
Sekarang ia banyak mengenal sosok baru di kancah Internasional. Baik itu Hiroshi Aoyama, juara dunia GP125 yang juga Manajer Honda Team Asia. Serta mekanik-mekanik yang ia kenal sejak masih di Eropa dan kini bertarung di kancah balap dunia.
