Kemudi.id – Leon Chandra berhasil menjadi juara 1 di ajang balap Krida OMR Agya yang berlangsung di sirkuit Mandalika, Lombok, NTB (11/5/2025).
Meski tidak start dari posisi paling depan, namun Leon bisa merangsek ke depan. Saat start, dua pembalap terdepan, Ferdian dan Fadhil melesat ke depan.
Berjalan beberapa putaran, Ferdian dan Fadhil asik di depan. Saling berebut posisi tanpa menyadari ancaman dari belakang.
Leon yang berada di posisi 3 seakan mengamati dua pembalap di depannya. Terus mencari celah untuk bisa menjadi juara di balap mobil berkapasitas 1.200 cc tersebut.
Leon terus mendekat ke pembalap yang ada di depannya. Karena memang dirinya punya pace balap yang lebih bagus.
“Masih ada ilmu saya dari balap-balap lalu. Lap-lap awal untuk penyesuaian, tapi dengan cepat saya bisa menguasai mobil dan langsung nyaman,”
“Sejak itu saya mulai lebih pede untuk bisa menekan ke depan lagi,” ucap pembalap yang bernaung di tim Cargloss ini.
Selain karena masih ada pengalaman balap zaman ETCC, ternyata dirinya juga menerapkan strategi layaknya balap motor.
Pada 2 lap sebelum berakhir, Leon melihat celah yang ada untuk menyusul.
“Saya pakai gaya balap di motor. Masuk dari dalam, karena memang ada ruang yang kosong,”

“Setelah berhasil menyusul, saya coba tutup ruang-ruang untuk mereka bisa nyusul lagi. Tapi tetap memberi ruang supaya aman,”
“Gaya seperti itu terus saya pertahankan sampai garis finish. Akhirnya saya bisa juara 1 di OMR Agya ini,” bilangnya ketika ditemui Kemudi.id.
Keberhasilan Leon menjadi pemenang juga mengenai titip pengereman. Ketika bersampingan, dirinya berusaha untuk pengeremannya disamakan dengan lawan.
Sehingga ini menutup ruang bagi pembalap lain untuk bisa bergerak lebih ke dalam di tikungan.
OMR Agya kali ini baru diikuti oleh 8 pembalap saja dengan hanya 6 laps saja. Dari 8 mobil tersebut, sebanyak 6 unit milik Toyota Krida yang disewakan ke pembalap lain.
Sedangkan 2 mobil Toyota Agya lainnya milik tim Cargloss. Dipacu oleh Leon Chandra dam Eric Saputra.
Diharapkan ke depannya OMR ini akan terus berjalan sehingga bisa terus ramai dan menjadi kelas pembibitan juga.
