Kemudi.id – Hogers Indonesia Motorsport resmi meluncur dan akan menjadi tim terbaru di ajang balap mobil di sirkuit internasional, Mandalika tahun ini.
Debut tim dari para penggemar motor Harley-Davidson ini akan berlangsung pada gelaran Mandalika Festival of Speed (MFoS) putaran perdana (1-3/5/2026).
Sebanyak 2 mobil akan mengisi grid Subaru BRZ Super Series dan 1 mobil berlaga di Superstars Sportscar Series.
Tim yang juga didukung Bank CIMB dan pelumas Liqui Moly ini akan dibela 2 pembalapnya, Yoshihiro Fajaryanto dan juga Ristiawan Sherman
Secara komposisi, Yoshi akan balap di BRZ dan Superstars sedangkan Ristiawan hanya di BRZ saja.
“Kita mengakomodir dan mendukung siapa saja yang ingin balap atau berkiprah di ajang otomotif. Baik oleh pengurus dan juga anggota,”
“Pembentukan tim ini menjadi salah satu visi jangka panjang kami untuk terus mendorong motorsport di Indonesia,”
“Hogers Indonesia bukan hanya komunitas, tetapi merupakan keluarga dengan passion yang sama terhadap otomotif. Melalui Hogers Indonesia Motorsport, kami ingin membawa semangat tersebut ke level yang lebih tinggi dalam dunia balap,” ujar Yudi Djaja, Perwakilan Hogers Indonesia.
Target
Masing-masing punya target yang berbeda. Demikian juga dengan tim keseluruhan.
Yudi menyebut kalau tim ingin meraih podium dan piala. Paling tidak sama seperti raihan Yoshi tahun lalu.
Namun dengan adanya Ristiawan, diharapkan bisa mendukung target tersebut.
Sementara itu, hal serupa juga diungkapkan oleh Yoshi. Dirinya menyebut kalau harus cukup realistis tentang target. Terutama karena dirinya sudah naik ke kelas Amateur.
“Paling tidak sama seperti tahun lalu. Kalau bisa lebih, akan sangat bagus, ”
“Karena saya baru naik ke kelas Amateur yang persaingannya sangat seru,”
“Semua pembalap yang tadinya Rookie dan pernah menang di 2025 harus naik, masih ditambah dengan pembalap Amateur yang stay di situ,” jelas Yoshi.

Berbeda dengan Yoshi, Ristiawan justru punya target yang menarik.
“Target pribadi pengin yang terbaik di setiap event. Kalau bisa justru menjadi juara kelas di setiap balal dan sampai akhir,” ucap Ristiawan yang baru kali ini balap mobil.
Hal ini diungkapkan karena dirinya tak benar-benar ‘buta’ dengan sirkuit Mandalika.
“Saya latihan cukup sering di simulator. Ini menjadi bekal untuk menghafal sirkuit dan terutama tikungan-tikungan,”
“Nanti setelah sampai di sirkuit, kita akan langsung latihan intensif. Jadi memang pertama langsung test di sirkuit,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Team Principal tersebut.
Sementara itu, para pembalap juga mendapat coaching dari Nanang Hamdani yang betindak sebagai Team Advisor. Nanang, demikian sapaannya juga seorang pembalap.
