Saturday, April 13, 2024
Google search engine
HomeHeadlineIni 3 Patokan Berkendara di Tol Untuk Pengendara Pemula

Ini 3 Patokan Berkendara di Tol Untuk Pengendara Pemula

Jakarta, Kemudi.id – Setiap pengendara mobil pasti pernah melintas di jalan tol.

Banyak yang mengira kalau berkendara di jalan tol hampir sama dengan di jalan biasa. Atau bahkan lebih mudah karena jalannya yang lebar.

Namun sebenarnya nyupir di tol tak semudah yang dikira. Tapi juga tak terlalu menyeramkan. Artinya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat berkendara di tol.

Bagi pengendara pemula, ada baiknya perhatikan hal-hal ini.

Lane Hogger

Perilaku ini yang bikin banyak pengendara lain jengkel. Lane hogger merupakan pengendara yang selalu di jalur kanan dengan kecepatan rendah tapi jalan di depan kosong.

Nah, pengendara pemula jangan seperti ini. Setelah menyusul, segera kembali ke jalurnya. Kalau mau jalan santai menikmati mobil, lebih baik di jalur 2 atau 3.

Lalu bagaimana jika sudah kecepatan maksimal sesuai ketentuan tol? Harusnya tetap kembali ke jalur. Karena paling kanan untuk kendaraan yang akan mendahului.

Ikut Irama

Macet dan kondisi ramai tapi berjalan lancar meski tersendat kerap kali juga terjadi di tol. Ketika sudah seperti ini, penting untuk ikut ‘irama’ kecepatan mobil sekitar.

Kalau mobil di depan sudah mulai bergerak, kita juga harus harus ikut bergerak. Saat mereka menambah kecepatan, kita juga sebaiknya ikut.

Di tol harus Ikut irama kecepatan dan cari patokan untuk menjaga jarak (foto : toncil)

Jangan sampai bergerak terlambat atau terlampau jauh dari mobil di depan, karena bisa menghambat mobil di belakang. Efeknya, bikin macet.

Meski demikian, tetap harus menjaga kecepatan dan tetap waspada dengan pergerakan mobil di depan.

3 Detik

Nah, komitmen hitungan 3 detik ini juga perlu diketahui oleh pengendaranya pemula, bahkan juga expert. Ini untuk menjaga jarak dengan mobil di depan.

Caranya sangat mudah. Cari patokan benda tak bergerak (bisa tiang listrik atau tiang penunjuk arah). Saat mobil di depan diperkirakan berada di titik tersebut, lalu mulai hitung 3 detik dengan mobil kita.

Kalau sebelum hitungan 3 detik mobil kita sudah ada di titik yang sama, berarti kita terlalu kencang. Tapi kalau sudah lewat dari 3 detik, maka jarak sudah aman.

Hitungan 3 detiknya bukan menyebut satu hingga tiga, tapi pakai ribuan. Seperti seribu satu, seribu dua dan seribu tiga.

So, jadilah pengendara pemula yang ber-attitude baik di tol.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler