Tuesday, June 25, 2024
Google search engine
HomeHeadlinePengalaman Pertama, Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) Ikut Event Baja 500 di...

Pengalaman Pertama, Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) Ikut Event Baja 500 di Meksiko, Belum Bisa Finish Karena Ini

Jakarta, Kemudi.id – Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI)  turut menjadi peserta di ajang 56th SCORE Baja 500 yang berlangsung di Meksiko (1/6/2024).

Di ajang ini TGRI ikut di kelas lomba 400 mile. Menggunakan Toyota Fortuner bertarung di grup production car.

Sehingga secara tampilan, masih terlihat standar bentuk bodinya. Namun untuk kaki-kaki dan lainnya sudah pasti berbeda bentuk.

Ini menjadi pengalaman pertama bagi TGRI berkompetisi di ajang Baja. Setelah sebelumnya juga menjadi peserta di Asia Cross Country Rally (AXCR).

Setiap pesen wajib ikut ceremonial start (foto : TGRI)

Sayangnya, tim asal Indonesia ini belum bisa tampil sampai garis finish.

“Alhamdulilah, kita enggak finish. Ternyata treknya sangat jauh dari perkiraan dan prediksi kita,”

“Pas gue lihat treknya secara langsung, memang sangat-sangat kejam untuk mobil. Tapi dengan hasil yang kita capai sekarang sudah sangat baik,”

“Ini pengalaman pertama untuk kita semua. Sangat-sangat banyak pelajaran yang bisa kita ambil,” ucap Dimitri Fitra Ditama, Direktur TGRI saat dihubungi Kemudi.id.

Toyota Fortuner mengalami kendala di as roda depan (foto : TGRI)

Jarak yang harus ditempuh oleh TGRI sejauh 400 mile. Namun harus berhenti total di sekitar 247 mile.

Ada cukup banyak kendala teknis yang dihadapi oleh Toyota Fortuner tersebut. Pertama yakni masalah rem belakang yang terjadi di 80 mile pertama.

Kemudian, kendala berikutnya adalah as roda kiri depan. Tak berselang lama, as roda kanan depan ikutan rusak. Juga dengan bagian kaki-kaki lainnya.

Dengan demikian, mobil yang harusnya gerak 4 roda, jadi tinggal 2 roda belakang saja.

Trek SCORE Baja 500 sangat kejam (foto : TGRI)

Bersamaan dengan hal tersebut mesin mobil juga megalami kendala. Hingga akhirnya overheat dan membuat mobil harus berhenti.

“Sebenarnya waktu berhenti itu hanya ingin meriksa radiator dan ternyata kosong. Beres isi air radiator pas mau jalan, justru kendala lagi,”

“Mobil akhirnya terpendam di pasir. Karena memang pasir terlihat keras, tapi begitu mobil berhenti, akan ambles,” jelas Fitra, panggilannya.

Bisa dibayangkan, dengan kondisi mobil yang hanya gerak 2 roda belakang, diharuskan keluar dari pasir.

Sudah malam, mobil masih terpendam di pasir. Kejam (foto : TGRI)

Dengan beratnya trek dan serangkaian masalah yang dihadapi, TGRI tak bisa memenuhi target time yang diberikan.

Jadi, peserta kelas 400 mile diberikan waktu maksimal 20 jam untuk bisa sampai ke finish.

“Kita banyak hilang waktu karena perbaikan-perbaikan yang dilakukan di trek. Jadi kita enggak bisa sampai ke finish,” ungkap Fitra lagi.

Terpenting adalah sudah ikut serta dan mencoba untuk menyelesaikan. Pengalaman yang sangat berharga.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler