Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeHeadlineRifat Sungkar Sempat Melintir Tetap Juara APRC 2023, Ini Strateginya

Rifat Sungkar Sempat Melintir Tetap Juara APRC 2023, Ini Strateginya

Danau Toba, Kemudi.id – Rifat Sungkar berhasil menjadi juara Asia Pacific Rally Championsip (APRC) 2023 (24-26/11/2023). Gelaran yang bernama Danau Toba Rally 2023 ini menjadi salah satu pembuktian kiprah Rifat di ajang reli.

Lintasan reli Danau Toba dikenal ganas dan merusak mobil. Ini berdasar pengalaman dari para pereli yang pernah ikut serta di event sebelumnya. Bagaimana tidak, bebatuan besar dan lepas menjadi makanan untuk kaki-kaki mobil reli. Ini yang membuat Danau Toba Rally menjadi event yang diminati peserta.

Namun untuk gelaran kali ini, meski tetap ada batuan besar dan lepas, ditambah dengan hujan yang cukup lebat.

“Reli kali ini seru banget. Benar-benar enggak bisa diprediksi karena jalanan licin banget yang disebabkan hujan. Harus bermain strategi dengan baik untuk bisa menyelesaikan semua special stage (SS),” ucap Rifato, panggilannya.

Bahkan pereli Indonesia yang sudah malang melintang di ajang internasional tersebut sempat melintir sebanyak 4 kali.

“Itu akibat lintasan licin, jadi melintir. Tapi ya namanya reli, semua harus dihadapi. Bukan asal gas kencang saja. Wajib banget perhitungan,” tambah pria yang memilih Ben Searcy sebagai co-drivernya.

Rifat Sungkar dan Ben Searcy raih juara APRC 2023

Untuk menghadapi lintasan yang berbeda setiap SS-nya, tentu perlu strategi yang menyeluruh. Rifat sampai harus memilih ban yang pas untuk bisa melibas setiap SS-nya.

Menurutnya, dalam satu rangkaian, ada satu SS yang licin tapi SS lain kering dan gravel lepas. Ini yang membuat para pereli kerap bingung menentukan seting suspensi dan ban.

“Kalau gue, bawa 2 ban serep. Karena SS awal yang mau dilewati treknya licin, maka ban terpasang awal adalah yang cut, selesai itu kita ganti ban yang biasa. Ban yang diganti cukup depan saja, karena berkaitan dengan handling ke setir,” jelasnya.

Ternyata strategi perang yang dilancarkan tidak hanya mengenai penggunaan ban itu saja. Tapi juga pada seting suspensi. Kondisinya, sama seperti ban, setiap selesai SS yang punya permukaan trek berbeda, pasti langsung ubah setingnya.

Repot? “Emang jadi repot banget dan sangat bekerja keras. Tapi memang itu harus dikerjakan supaya kita bisa maksimal. Hasilnya, bisa terlihat dan dinikmati sekarang,” ucap pereli yang gabung di tim LFN Sederhana Motorsport tersebut.

Kalau demikian, pantas saja kalau dirinya menjadi juara di APRC Indonesia 2023 tersebut.

TERKAIT

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler