Sunday, July 14, 2024
Google search engine
HomeHeadlinePembalap TGRI Jordan Johan Balap di Jepang, Ini Yang Dipelajari

Pembalap TGRI Jordan Johan Balap di Jepang, Ini Yang Dipelajari

Jakarta, Kemudi.id – Kesuksesan tim dan pembalap tentu tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Semua elemen harus saling menunjang untuk sama-sama mencapai sukses. Karena keberhasilan pembalap ditunjang tim, demikian juga sebaliknya.

Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk bisa sama-sama mendukung. Tim Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) melakukan development terhadap para pembalapnya. Seperti tahun ini mengirimkan Jordan Johan dan Amato ke ajang balap Yaris Cup di Jepang.

Ada banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat oleh Jordan ketika mengikuti balap one make race tersebut.

“Tim punya program development untuk pembalap, dan tahun ini saya ikut Yaris Cup lagi. Agak berbeda dibanding tahun lalu, yang sekarang saya lebih banyak belajar langsung ke sesama pembalap Yaris Cup ini. Mereka sangat welcome ke kita, jadi balap juga sangat menyenangkan,” ucap Jordan Johan.

Menurut Jordan ada cukup banyak pelajaran yang bisa diambil pada balap tersebut. Disebutkan attitude pembalap Jepang termasuk salah satu yang sangat berbeda.

Meski sama-sama berkompetisi di trek, tapi attitude masih terjaga dengan baik. “Semua pembalap pasti ingin juara, tapi di Jepang mereka agak beda. Contohnya, ketika terlibat fight di trek dan berhasil mendahului, biasanya mereka memberi lambaian tangan. Bukan berarti juga para pembalap ini ‘ngasih jalan’ ke yang lain saat fight. Jadi, mereka juga sangat menjaga sisi kompetitif serta mobilnya,” jelas Jordan.

Jordan Johan saat balap di Jepang (foto : TGRI)

Ditambahkan olehnya, ketika di trek juga tetap memberi ruang kepada pembalap lain. Juga sangat minim ada potensi menggiring pembalap ke luar trek, walaupun terkadang body contact antar mobil tak terhindarkan.

Sementara itu untuk balapnya sendiri, tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Jordan yang pakai mobil bernomor 101 start dari posisi 28 dan finish di 19. Sementara tahun lalu finish di posisi 16.

Secara posisi memang turun. “Tapi peserta yang sekarang jauh lebih bagus. Catatan waktu juga lebih baik dibanding tahun lalu. Best time sekarang 2 menit 14 detik dan tahun lalu 2 menit 15 detik. Kalau saya sendiri waktunya juga maju walaupun tidak banyak,” ungkapnya.

Balap Yaris Cup ini berlangsung di Fuji Speedway, Jepang. Punya panjang sekitar 4,5 kilometer dengan 16 tikungan.

Merupakan balap satu merek, satu pabrikan ban dan satu merek suspensi. Mobil yang dipakai benar-benar standar, hanya tambah rollbar saja.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler