Saturday, April 13, 2024
Google search engine
HomeHeadlineWiper Diangkat Saat Parkir, Ternyata Begini Efeknya

Wiper Diangkat Saat Parkir, Ternyata Begini Efeknya

Jakarta, Kemudi.id – Wiper jadi komponen di mobil yang terkadang dianggap sepele. Padahal fungsinya sangat penting.

 

Tapi ada-ada saja kelakuan pemilik mobil terhadap wiper. Padahal yang dikerjakan tersebut belum tentu benar.

Paling tidak ada 2 perlakuan pemilik mobil terhadap wiper yang paling sering dilakukan.

Pertama, melupakan karet hitam ini ketika mobil dicuci. Anehnya, kaca depan mobil dilap, tapi wiper kok dilewati.

“Padahal di wiper itu juga numpuk kotoran. Paling banyak debu-debu halus. Coba saja lihat kalau wiper dibasuh atau lap, warna hitam akan nempel di lap. Itu jadi salah satu indikator kotoran nempel di wiper,” jelas Agung Wahyudi, pemilik bengkel Wash n’Auto di daerah Cileungsi, Kab. Bogor.

Sebenarnya untuk mencuci wiper enggak sulit. Tinggal guyur saja pakai air atau air mengalir. Jika sempat, kasih sabun cairan wiper.

Atau paling mudah dengan cara dilap pakai kain basah bahkan juga tisu. Sayangnya kalau pakai tisu butuh agak banyak.

Hal berikutnya adalah dengan mengangkat wiper ketika mobil parkir. Baik setelah mobil dicuci atau tidak.

Tentu pengendara menganggap kalau wiper diangkat tidak akan menampungnya debu yang terbang. Anggapan ini tak sepenuhnya salah, tapi juga tak sepenuhnya benar.

“Karena baik ketika wiper diangkat atau tidak, debu tetap bisa menempel di wiper tersebut,” tambahnya.

Hati-hati dengan per gagang wiper (foto : toncil)

Perkiraan lainnya adalah, dengan wiper yang tetap menempel di kaca, debu akan menumpuk. Kemudia saat turun hujan dan wiper dinyalakan kaca bisa baret.

Yang sebenarnya adalah tidak demikian. Saat ada hujan, maka debu-debu tadi akan tersapu oleh air hujan terlebih dahulu baru kemudian wiper.

Kaca mobil juga tidak terlalu mudah baret hanya karena debu saja. Tentu sudah ada lapisan-lapisan yang mengamankan.

Wiper diangkat saat mobil parkir juga punya kerugian lain. Yakni per gagang wiper bisa mudah lentur. Sehingga tidak bisa ‘memegang’ gagang wiper dengan baik.

“Efek selanjutnya tekanan gagang wiper ke kaca akan berkurang. Bikin sapuan air di kaca justru tidak maksimal. Jadi, saat parkir, biarkan saja wiper tetap di tempatnya,”

“Pilihan lain, setelah parkir pas mau jalan angkat sedikit wiper supaya debu-debu hilang. Ini lebih bagus dibanding angkat wiper saat parkir,” ulas pria berkacamata ini.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler