Tuesday, June 25, 2024
Google search engine
HomeHeadlinePereli TGRI Ryan Nirwan Terkendala Masalah Setir di Kejurnas Sprint Rally Jogja,...

Pereli TGRI Ryan Nirwan Terkendala Masalah Setir di Kejurnas Sprint Rally Jogja, Seperti Ini Efeknya

Jogja, Kemudi.id – Ryan Nirwan harus berjuang lebih kuat ketika mengikuti ajang Delta Garage Kejurnas Sprint Rally 2024 putaran 2. Event ini berlawanan di Adisutjipto Gravel Sport (AGS), Jogja (24-26/2024).

Pereli andalan tim Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI) tersebut mengalami masalah saat di hari pertama lomba, Sabtu (25/5/2024).

Menggunakan Toyota GR Yaris AP4 yang sudah dimodifikasi, pereli yang ditemani navigator Adi Indiarto ini mengalami kendala di sektor kemudi.

“Saat ini kondisinya semakin parah. Setir ngelawan balik terutama di jalan-jalan tanah yang sudah ada alurnya,”

Baca : Peserta Mengeluh Penyiraman Trek Kejurnas Sprint Reli di Jogja, Ini Faktanya

“Padahal 1 kilometer pertama dari start, sangat banyak trek yang menikung dan beralur. Nah di sini kita kalah secara waktu,” jelas Ryan Nirwan.

Sambil memperlihatkan video on-board nya, pereli asal Balikpapan, Kaltim ini menjelaskan masalah di setir.

Sangat terlihat kalau ada effort berlebih dari Ryan untuk tetap mengontrol mobil. Selain karena melawan balik, kemudinya juga terlihat ada gerakan-gerakan tak normal.

Untuk menyikapinya, tim mekanik TGRI akan mengganti racksteer mobil.

“Tentu kita berharap masalah akan selesai atau paling tidak berkurang. Di sisa balap juga akan nyupir semaksimal mungkin,”

“Ya kita lihat saja hasilnya. Semoga semua bisa mendapat hasil maksimal,” terangnya lagi.

Sebenarnya kondisi ini sudah ada gejala awal ketika mobil dicoba di Balikpapan. Bahkan ketika itu racksteer dan juga pompa power steering ganti dengan yang baru.

“Selesai ganti, coba di Balikpapan, semua enggak ada  masalah. Sampai kita datang ke sini (Jogja) juga tidak ada masalah,”

Baca : BAIC, Merek Asal Cina Resmi Masuk Indonesia, Kenalkan 2 Produk Sekaligus

“Masalah setir itu ada lagi saat kita shakedown.  Tapi itupun sangat kecil, makanya tidak kita ganti. Eh, sekarang justru parah,” komentar Adi Indiarto.

Ditambahkan oleh Adi, dengan adanya masalah setir itu, perolehan waktu dan posisi sementara jadi mundur. Yang tadinya ada di posisi 3, mundur ke 6.

“Kalai bicara waktu, semua pasti mundur antara 2-3 detik. Tapi kita mundurnya terlalu banyak, sampai sekitar 5,2 detik. Itu karena setir ada masalah,” ulas Adi.

Gas lagi.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler