Kemudi.id – Partai final balap BRZ Super Series 2025 di sirkuit Mandalika, Lombok, NTB (12-14/12/2025) menghadirkan tontonan yang menarik.
Dalam 2 putaran (9 dan 10) yang digelar dalam weekends yang sama mempertontonkan balap saat kondisi alam berbeda.
Pada Sabtu (putaran 9), balap one make race Subaru BRZ tersebut berlangsung dalam kondisi langit yang cerah. Ketika itu terjadi fight yang cukup sengit di awal balap antara Rio SB dengan Fitra Eri.
Berakhir Fitra harus masuk garasi paddock dan menyudahi pertarungan dengan Rio. Penyebabnya karena bagian depan mobil Fitra sempat menyenggol bagian belakang mobil Rio.
“Hasilnya, arm bengkok parah dan tidak bisa melanjutkan lomba. Pertarungan dengan Rio memang selalu menarik dan ketat,” ucap Fitra saat itu.
Sementara itu di putaran final, Minggu (putaran 10) balap satu merek Subaru BRZ tersebut berlangsung dalam cuaca yang bisa dibilang tidak bersahabat.
Ketika Sabtu langit cerah, namun saat Minggu dalam guyuran hujan yang cukup lebat. Sirkuit juga dalam kondisi sangat basah.
Ini menjadi tontonan yang sangat menarik bagi penonton yang menyaksikan lewat layar televisi. Sebab, mobil bisa dibilang ‘joget-joget’ pantat mobilnya karena kehilangan grip ban belakang.
Tontonan yang menarik bagi penonton, namun tidak untuk para pembalap. Sebab mereka wajib menjaga mobil tetap mendapat traksi. Agak sulit memang karena Subaru ini gerak roda belakang, yang cukup mudah melintir ketika ngebut di lintasan.
Saat lintasan hujan dan basah ini, para pembalap Indonesia benar-benar tidak berkutik. Bahkan para pembalap senior Indonesia yang dikenal jago di drift tetap enggak bisa berbuat banyak.
Rio SB dari tim Rizqy Motorsport, Demas Agil yang membela Dewa United Motorsport, Emmanuelle Amandio dari Razaiq Motorsport serta Fitra Eri semua takluk di belakang pembalap Jepang, Hirotaka Ishii yang membela Cusco Indonesia.
Terlihat jelas setelah Safety Car masuk paddock, Hirotaka seperti kesetanan. Melahap para pembalap Indonesia yang ada di depannya.

Bahkan mobil yang dipacunya seperti berjalan di rel. Nyaris tidak ada joget-joget seperti pembalap Indonesia. Melaju layaknya lintasan kering, meninggalkan jauh pembalap di belakangnya.
Demas Agil yang berada di posisi 2 benar-benar ditinggalkan dan punya analisa tersendiri pada lajunya Hirotaka.
“Benar banget dia kencang saat hujan. Setelah nyusul saya, dia cepat sekali meninggalkan. Kalau menurut saya pribadi, lebih karena pengalaman dia balap pakai Subaru BRZ,”
“Karena kalau kita mau telaah, skill dari pembalap Indonesia, seperti Rio, mas Fitra atau Amandio, ya pasti samalah, enggak terlalu tertinggal juga,”
“Dia (pembalap Jepang) punya pengalaman lebih banyak balap pakai BRZ dibanding kita-kita. Sehingga mereka punya data yang lebih lengkap dibanding kita. Mungkin juga mereka balap di Jepang dalam keadaan hujan. Sehingga memang sudah punya data-datanya,”
“Kalau dibilang posisi kita sama semua saat hujan. Di sini pengalaman dan jam terbang yang lebih berbicara banyak,” ucap Demas.
Bahkan Demas balap pakai Subaru BRZ tidak dari seri awal, baru pertengahan dirinya berada di kabin. Sebab, ketika awal dirinya hanya diminta jadi coach.
