Saturday, April 13, 2024
Google search engine
HomeHeadlineTim Balap Beagle Bikin Pelatihan Sprint Reli, Lokasi dan Pelatihnya Istimewa

Tim Balap Beagle Bikin Pelatihan Sprint Reli, Lokasi dan Pelatihnya Istimewa

Jogja, Kemudi.id – Jogja memang Istimewa. Bukan saja karena merupakan daerah istimewa, juga dengan wisata-wisata dan kuliner tapi dengan keseriusan masyarakatnya.

Tim balap Beagle bisa menjadi salah satu contohnya. Mereka menggelar coaching clinic bagi para pereli dengan mendatangkan maskot reli Indonesia, Rifat Sungkar.

“Ini jadi salah satu ide dari bincang-bincang saya dengan Rifat saat dia ke Jogja. Kami ngobrol cukup lama dan akhirnya tercetus ide ini,”

“Gayung bersambut. Rifat setuju tapi digelar bukan weekend karena jadwal dia yang padat. Akhirnya diputuskan hari biasa saja,” jelas Bukbis Pancawinarna, pimpinan tim Beagle lewat sambungan telepon.

Para peserta yang ikut coaching clinic bersama Rifat Sungkar ( foto : Eno Beruang Resing)

Enaknya lagi karena tim Beagle telah melakukan kerja sama, sehingga punya lahan yang bernama Adisutjipto Gravel Sport (AGS). Alhasil gelaran latihan tersebut digelar di sirkuit tersebut (8-9/1/2024).

Sampai seniat itu tim Beagle bikin pelatihan, walaupun peserta dibatasi hanya 12 saja.

“Ya memang kita harus niat. Di sini (Jogja, red) potensi peserta sprint reli cukup banyak. Jadi memang harus dibina supaya nantinya bisa punya hasil yang bagus,” jelas Pak Bies, panggilannya.

Hal tersebut benar saja terjadi. Serta hasil coaching benar-benar membawa perubahan.

Menurutnya, saat akan mulai masing-masing peserta diminta untuk mengelilingi sirkuit tapi hanya 500 meter (total jarak keseluruhan sirkuit nyaris 4 km, red). Waktu yang ditorehkan rata-rata 45-50 detik.

“Setelah itu, mereka baru kembali ke ‘kelas’ teori. Selesai itu, mereka praktek langsung di mobilnya,” tambah pria yang juga rajin membuat ECU stand alone mobil tersebut.

Peserta antusias menyimak penjelasan dari Rifat (foto : Eno Beruang Resing)

Hasilnya, waktu tempuh peserta sangat terpangkas, menjadi hanya sekitar 38-40 detik saja.

Menurutnya, Rifat sangat banyak mengajarkan yang basic-basic. Seperti titik pengereman, cara belok, cara masuk dan keluar tikungan serta lainnya.

Penggunaan safety belt yang benar, juga sampai ke posisi duduk yang nyaman diajarkan olehnya. Masuk akal, karena dengan posisi duduk yang nyaman dan benar, pengendara menjadi lebih percaya diri untuk ngegas.

Setiap peserta mendapat mentoring tersendiri. Seperti terlihat di media sosial Beagle, juara APRC 2023 tersebut kerap kali berbincang dengan peserta setelah melakukan ‘run’.

Setiap peserta mendapat pendampingan langsung (foto : Eno Beruang Resing)

Bahkan dari luar sekalipun, dirinya bisa tahu kekurangan yang harus diperbaiki peserta.

Enggak hanya mengajari secara teori dan penglihatan dari luar saja, Rifat juga ikut di dalam mobil peserta.

“Ada sesi Rifat jadi navigator untuk mengajari peserta. Selain itu gentian, Rifat yang nyupir. Maksudnya supaya peserta melihat langsung arahan Rifat,” jelasnya lagi.

Jogja punya sirkuit untuk sprint, bikin coaching clinic dengan maskot reli. Jogja memang istimewa.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler