Tuesday, June 25, 2024
Google search engine
HomeHeadlineBangun Mobil Impian Masa Kecil, Hasilnya Menggembirakan

Bangun Mobil Impian Masa Kecil, Hasilnya Menggembirakan

Jakarta, Kemudi.id – Kenangan semasa masih sekolah bisa terbawa sampai selamanya. Terutama jika sudah menyangkut kesenangan atau hobi. Inilah yang dirasakan Mr.A

Dirinya ‘membangun’ mobil reli berbasis Toyota Corolla DX. Padahal awalnya pria kelahiran 1966 ini ingin membangun Datsun.

Sayangnya, mencari unit Datsun dengan kondisi yang cukup layak agak sulit didapatkan.

Dirinya punya patokan, meski akan dibangun jadi mobil balap, tapi cari ‘bahan’ mobil jangan yang ‘busuk’.

Toyota Corolla DX, fender depan dan kap masin dibikin one piece (foto : toncil)

“Terutama lantai-lantai mobil, saya pilih yang masih bagus. Keropos kalaupun ada, pilih yang sedikit saja,”

“Karena kalau belinya sudah tidak bagus, kita justru seperti buang-buang uang dan waktu untuk menyehatkan mobil,” jelasnya saat ikut Delta Garage Kejurnas Sprint 2024 putaran 2 di Adisutjipto Gravel Sport (AGS), Jogja (24-26/5/2024).

Alasannya sangat masuk akal. Karena dengan mobil yang sudah sangat rusak, untuk memulihkan kondisi juga akan memakan banyak biaya.

Sementara itu, membangun Toyota Corolla DX bukan karena tidak mampu. Pria ramah yang cukup kocak ini juga punya mobil reli lainnya. Toyota Corolla DX ada satu lagi, kemudian Mitsubishi Lancer Evo X dan juga Hyundai i20 N Rally2.

Alasannya karena sejak kecil sudah senang dengan Datsun dan Corolla DX. Jadi ketika sudah mapan dan ekonomi sangat mampu, dicurahkan semua ke mobil.

Ketika membangun juga tidak mau tanggung. Bengkel Heron Motorsport di daerah Cibubur, Bekasi dipilih untuk membangun mesin, kaki-kaki, transmisi dan juga perangkat safety.

Semua komponen yang khusus untuk kompetisi dipilih untuk terpasang di mobil kelahiran 1980 tersebut.

Bukan itu saja, bodi juga dibikin lebih menarik dan ringan.

Baca : Sprint Reli Terapkan Regulasi Baru Penyerahan Piala, Bikin Peserta Senyum Senang

Seperti bagian depan, grill dan lampu asli DX ganti pakai Toyota Sprinter. Alhasil, posisinya agak miring, tak lagi tegak layaknya DX.

Selain itu, bagian fender dan kap mesin dibikin one piece. Bahannya juga ganti.  Bukan lagi pakai plat namun ganti pakai bahan layaknya plastik.

“Itu kalau ditekan empuk, tapi kuat. Terpenting juga bahannya enteng. Ya lumayan mengurangi bobot mobil,” terang pereli yang bernaung di tim Suade Motorsport ini.

Hasilnya yang ditorehkan, cukup menyenangkan untuk usia lebih dari 55 tahun. “Kita berada di posisi 4 untuk kelas R3 dan posisi 6 di grup R,” tambah Ade Ramadhan, sang navigator yang usianya hanya berbeda 1 tahun ini.

Gas lagi

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler