Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeSportKomunikasi Solid Kolaborasi Pereli dan Peslalom Dalam Satu Mobil, Ini Kuncinya

Komunikasi Solid Kolaborasi Pereli dan Peslalom Dalam Satu Mobil, Ini Kuncinya

Jakarta, Kemudi.id – Hubungan dekat antara driver dengan navigator di ajang sprint reli, reli dan juga speed offroad wajib hukumnya.

Ini untuk menjalin komunikasi yang sangat baik antar keduanya. Sehingga satu sama lain tahu karakter masing-masing, yang akan sangat menguntungkan ketika di event itu sendiri.

Pasangan pereli Muhammad Ghaffar Irianto dengan navigator Anandyo Dwiky menerapkan hal tersebut. Enaknya lagi karena keduanya punya usia yang relatif sama.

Baca : H. Rihan Variza Posisi 2 di Kejurnas Sprint Rally Putaran 3, Sempat Masalah di Bagian Ini

“Sejak lama memang sudah kenal dengan Ekky (panggilan Anandyo Dwiky, red). Awalnya navigator saya bapaknya Ekky, kemudian ada kesempatan ngajak dia pas survey,”

“Selesai itu saya ajak dia untuk jadi navigator. Ternyata dia mau dan memang langsung pas. Karena memang sebelumnya sudah kenal dan banyak ngobrol,” ungkap Gopar, panggilan M. Ghaffar Irianto.

Pemilihan Ekky menjadi hal yang cukup tepat. Karena dengan usia yang relatif sama dan sudah kenal sejak lama, komunikasi yang terbangun menjadi lebih solid.

Anandyo Dwiky (kiri) dan M. Ghaffar Irianto (kanan), bangun komunikasi solid (foto : toncil)

“Penjelasan dari dia juga lebih mudah diterima. Sangat mungkin karena kita satu frekwensi jadi langsung nyambung,” jelas driver berusia 25 tahun tersebut.

Bukan perkara satu frekwensi saja, tapi Ekky juga sanggup untuk mengajarkan dan memberi contoh kepada Gopar. Maklum saja Ekky merupakan peslalom aktif yang sudah sering meraih podium.

“Saya mungkin bukan ngajarin, tapi ngasih contoh langsung pas di latihan. Dengan kasih contoh, akan lebih mudah diterima,”

Baca : Produsen Oli di F1 Launching Produk Terbaru, Punya Teknologi Ini Untuk Jaga Mesin

“Saya contohin kapan saat buka gas dan juga racing line-nya. Sampai saat ini memang diterapkan tapi tetap bertahap,” jelas peslalom dari tim Banteng Motorsport tersebut.

Jika saat latihan dikasih contoh langsung, tapi ketika sudah di special stage (masuk waktu lomba), beralih ke model evaluasi saja. Medianya pakai video onboard yang terpasang.

Sayangnya, dewi fortuna masih belum menaungi pasangan yang pakai Honda Brio ini untuk naik podium.

Honda Brio yang dipacu Gopar dan Ekky (foto : Rio)

Ketika kejurnas sprint reli putaran 2 di Jogja, malah enggak bisa mengecap finisher. Karena mesin mengalami overheat. Meski sudah diperbaiki tapi belum ‘sembuh’.

Saat putaran 3 yang berlangsung di Semarang, Jateng juga belum bisa menapaki podium.

Masalah pertama datang yakni knalpot mobil patah. Masalah kedua adalah ban depan kanan pecah. Sehingga waktu tempuh di SS terakhir sangat melorot.

Gas terus. Seri-seri berikutnya naik podium.

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler