Saturday, April 13, 2024
Google search engine
HomeHeadlineVinFast Berlakukan Sistem Baterai Berlangganan Untuk Konsumennya, Ini Biayanya

VinFast Berlakukan Sistem Baterai Berlangganan Untuk Konsumennya, Ini Biayanya

Jakarta, Kemudi.id – VinFast jadi salah satu brand mobil listrik yang siap hadir di Indonesia. Brand asal Vietnam ini telah memajang mobilnya di ajang IIMS 2024 silam di JIExpo Kemayoran Jakpus (15-25/2/2024).

Lewat ajang itu juga, VinFast Indonesia telah membuka SPK penjualan mobilnya. Terbanyak adalah VF e34.

“Penjualan kita, SPK sangat bagus untuk awal ini. Kita berharap bisa terus meningkat dengan sangat baik untuk VinFast ini,” sebut Surachaman Nugroho, Direktur Penjualan VinFast Indonesia.

Baca : VinFast, Pabrikan Asal Vietnam Hadir di IIMS, Langsung Jualan Mobil Listrik?

Namun, agak berbeda dibanding penjualan mobil listrik lainnya, VinFast dalam harganya tidak termasuk dengan baterai.

Lho terus beli mobil listrik tapi enggak dapat baterai?

Ternyata VinFast menerapkan sistem battery subscription atau sistem berlangganan untuk penggunaan baterainya.

Menurut Surachaman, nantinya konsumen memang wajib untuk menyewa baterai untuk bisa pakai unitnya. Dirinya menjamin kalau sistem baterai berlangganan ini tidak akan memberatkan konsumen.

VinFast e34 jadi yang paling banyak diminati konsumen (foto : toncil)

“Ini merupakan potensi baru yang dapat memisahkan komponen battery pack dari harga pembelian mobil. Dengan penawaran ini, VinFast berkomitmen mengatasi kekhawatiran yang mengganggu pemilik kendaraan listrik, yakni menurunnnya kemampuan baterai mobil,” tambah Tran Quoc Huy, CEO VinFast Indonesia.

Seperti diketahui, dan layaknya sebuah gadget juga, bahwa seiring pemakaian maka baterai dari kendaraan juga akan menurun kemampuannya.

Meski cukup lama, diperkirakan lebih dari 8 tahun, namun potensi ini tetap ada dan menghantui pengguna mobil listrik. Penggantian baterai ini juga membuat biaya yang sangat bengkak.

Biaya untuk baterai berlangganan saat ini diperkirakan mencapai Rp 1 juta untuk 3.000 kilometer. Tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan ada penyesuaian kebijakan.

Dengan sistem tersebut, telah menghadirkan kompleksitas dan risiko yang besar bagi VinFast. Meski demikian, strategi ini memprioritaskan mengurangi kekhawatiran konsumen pengguna mobil listrik. Sekaligus mengubah lanskap industri kendaraan listrik.

Baca : IIMS 2024 Jadi Ajang Launching Produk dan Pengenalan Brand, Ini Bocorannya

Melalui sistem baterai berlangganan ini juga, pihak VinFast menggaransi akan mengganti baterai jika kemampuannya sudah kurang dari 70%. Bukan diperbaiki, tapi diganti dengan yang baru. Ini tentu menghilangkan rasa khawatir dari potensi biaya tinggi dalam penggantian baterai dan pengeluaran yang besar dalam kepemilikan mobil.

Lalu bagaimana jika ternyata ditemui konsumen yang baterainya sudah kurang dari 70%? Selain diganti, ternyata baterai yang dipakai merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan lain untuk melakukan daur ulang.

VinFast sendiri telah melakukan kerja sama dengan perusahaan Li-Cycle asal Kanada. Lewat perusahaan ini, baterai yang gagal akan didaur ulang untuk bisa dipakai kembali. Dan tentunya juga sehat 100% karena telah melewati berbagai pemeriksaan internal.

VinFast selain hadir untuk ekosistem kendaraan listrik, juga membawa suatu inovasi yang benar-benar baru di mobil listrik

TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Terpopuler